Renungan Pagi


Renungan Pagi  “Bersama Allah di Waktu Fajar”


27 Juni 2022


HIDUP YANG DIUBAHKAN, SUNGGUH NYATA


"Sehingga kamu dapat memilih apa yang baik, supaya kamu suci dan tak bercacat menjelang hari Kristus." – Filipi 1: 10.


Banyak orang yang dinilai Allah memenuhi syarat untuk melaksanakan pekerjaan yang luar biasa namun melaksanakan sedikit sekali, sebab mereka berusaha sedikit pula. Ribuan orang melalui kehidupan ini seolah-olah mereka tidak mempunyai tujuan yang pasti untuk apa mereka hidup, tidak ada ukuran yang hendak dijangkau. Orang-orang yang begitu menerima upah sebanding dengan pekerjaan mereka.


Ingat bahwa engkau tidak akan pernah mencapai ukuran yang tinggi daripada ukuran yang kau tetapkan. Lalu letakkan sasaranmu tinggi dan langkah demi langkah, meski .itu melalui usaha yang pedih oleh penyangkalan diri dan pengorbanan, naikilah seluruh anak tangga kemajuan itu. Janganlah mengizinkan sesuatu merintangimu. Nasib tidak menjaring jaringannya mengitari seseorang dengan begitu ketat sehingga dia akan tetap tinggal tidak berdaya dan berada dalam keadaan tidak menentu. Suasana yang berlawanan harus menciptakan ketentuan yang teguh untuk mengalahkannya. Mematahkan satu perintang akan memberikan kemampuan yang lebih besar dan keberanian untuk maju. Majulah dengan ketentuan ke arah yang benar dan suasana akan membantumu, bukan merintangimu.


Bercita-citalah, untuk kemuliaan Tuhan, guna menumbuhkan setiap karunia dari tabiat. Dalam setiap tahapan pembangunan tabiatmu engkau harus memperkenankan Allah. Hal itu dapat engkau perbuat; karena Henokh berkenan pada-Nya, meski hidup dalam zaman yang merosot. Dan ada Henokh-Henokh pada zaman kita sekarang ini.


Tabiat yang dibentuk menurut rupa Ilahi adalah satu-satunya harta yang dapat kita bawa serta dari dunia ini ke dunia mendatang. Orang yang berada di bawah pengajaran Kristus dalam dunia ini akan membawa serta setiap perolehan Ilahi ke rumah semawi. Dan di surga kita akan terus-menerus bertumbuh. Kalau begitu, betapa pentingnya, perkembangan tabiat dalam kehidupan ini--Seri Membina Keluarga, jld. 5, hlm. 251, 252.


Renungan Pagi  “Bersama Allah di Waktu Fajar”


26 Juni 2022


KITA AKAN MENJADI CIPTAAN BARU


"Jadi siapa yang ada di dalam Kristus, ia adalah ciptaan baru: yang lama sudah berlalu, sesungguhnya yang baru sudah datang." – 2 Korintus 5: 17.


Apabila pikiran kita berada dalam Kristus, maka karakter dibentuk sesuai dengan rupa Ilahi. Pikiran diliputi rasa kebajikan-Nya, kasih-Nya. Kita merenungkan karakter-Nya, dan kemudian Ia akan berada di semua pikiran kita. Kasih-Nya memagari kita. Jika kita melihat matahari sejenak ketika panas teriknya, lalu memalingkan mata kemudian, rupa matahari tergambar memenuhi pandangan kita.


Demikian juga terjadi kalau memandang Yesus; setiap perkara yang kita lihat memantulkan rupa-Nya, yaitu Matahari Kebenaran. Kita tidak dapat melihat yang lain lagi, atau membicarakan yang lain lagi. Rupa-Nya telah terpatri pada mata jiwa, dan memengaruhi tiap bagian hidup sehari-hari, memperhalus dan menundukkan segenap sifat kita. Oleh memandang, kita akan disesuaikan dengan teladan Ilahi, bahkan seperti rupa Kristus. Semua, kepada siapa pun kita bergaul, akan memantulkan cahaya sukacita yang terpancar dari kebenaran-Nya. Kita telah diubahkan dalam karakter; hati, jiwa dan pikiran, disorot oleh pantulan Dia yang mengasihi dan menyerahkan diri-Nya untuk kita. Di sini kembali terjadi realisasi pribadi, pengaruh yang hidup berada dalam hati oleh iman.


Apabila Firman pengajaran-Nya telah diterima, dan telah menguasai kita, Yesus tinggal selamanya dalam kita, mengendalikan pikiran, pendapat dan tindakan kita. Kita diilhami oleh pengajaran. Guru teragung yang pernah dikenal dunia. Satu rasa tanggung jawab terhadap manusia dan memberikan pengaruh kepada manusia, menjadi ciri pandangan hidup kita dan tugas sehari-hari kita--Amanat Kepada Orang Muda, hlm. 192, 193.


Renungan Pagi  “Bersama Allah di Waktu Fajar”


24 Juni 2022


SETELAH MELAKUKAN SEMUANYA, AKU TETAP BERDIRI TEGUH


"Sebab itu ambillah seluruh perlengkapan senjata Allah, supaya kamu dapat mengadakan perlawanan pada hari yang jahat itu dan tetap berdiri, sesudah kamu menyelesaikan segala sesuatu." – Efesus 6: 13.


Mereka yang berdiri untuk membela kehormatan Allah, dan memelihara kemurnian kebenaran dengan harga berapa pun, akan mengalami banyak pencobaan, seperti yang dilakukan Juruselamat kita di padang gurun. Sementara mereka yang memiliki temperamen mudah menyerah, yang tidak berani mengutuk kesalahan, tetapi tetap diam ketika pengaruhnya dibutuhkan untuk membela hak dan melawan tekanan apa pun, dapat menghindari banyak sakit hati dan menghindari banyak kebingungan, mereka juga akan kehilangan pahala yang sangat kaya, jika bukan jiwa mereka sendiri. Mereka yang selaras dengan Tuhan, dan yang melalui iman kepada-Nya menerima kekuatan untuk melawan kesalahan dan membela yang benar, akan selalu mengalami konflik yang parah, dan sering kali harus berdiri sendiri. Tetapi kemenangan yang berharga akan menjadi milik mereka sementara mereka menjadikan Tuhan sebagai sandaran mereka. Kasih karunia-Nya akan menjadi kekuatan mereka. Kepekaan moral mereka akan tajam dan jelas, dan kekuatan moral mereka akan mampu menahan pengaruh yang salah. Integritas mereka, seperti yang dimiliki Musa, akan menjadi karakter yang paling murni--Testimonies, jld. 3,hlm. 302, 303.


Kebodohan harus dihilangkan. Kita harus bangkit dari kelesuan yang akan membuktikan kehancuran kita kecuali kita menolaknya. Setan memiliki pengaruh yang kuat untuk mengendalikan pikiran. Tidak ada yang namanya posisi netral sekarang. Kita semua pasti ada yang benar, atau pasti ada yang salah .... Ada banyak orang yang mengaku percaya kebenaran yang buta terhadap bahaya mereka sendiri. Mereka menghargai kejahatan di dalam hati mereka dan mempraktikkannya dalam hidup mereka. Teman-teman mereka tidak dapat membaca isi hati mereka, dan sering berpikir bahwa hal itu tidak apa-apa--Testimonies, jld. 3, hlm. 328, 329.


Renungan Pagi  “Bersama Allah di Waktu Fajar”


23 Juni 2022


KITA AKAN BERAKAR DAN DIBANGUN DALAM DIA


"Kamu telah menerima Kristus Yesus, Tuhan kita. Karena itu hendaklah hidupmu tetap di dalam Dia, Hendaklah kamu barakar di dalam Dia dan dibangun di atas Dia, hendaklah kamu bertambah teguh dalam iman yang telah diajarkan kepadamu, dan hendaklah hatimu melimpah dengan syukur." – Kolose 2: 6,7.


Kita perlu bertobat setiap hari. Doa kita harus lebih tekun; barulah doa-doa kita itu lebih berkhasiat. Keyakinan kita harus semakin lama semakin kuat supaya Roh Allah menyertai kita, menjadikan kita murni dan kudus, sama tegak lurusnya dan harumnya dengan pohon aras dari Libanon--Pelayan Injil, hlm. 241.


Banyak yang menerima pujian atas kebajikan yang sebenarnya tidak diperuntukkan bagi mereka. Penyelidik hati menimbang motif, dan sering perbuatan yang sangat dipuji oleh manusia dicatat olehNya sebagai yang keluar dari sifat mementingkan diri dan berdasarkan kemunafikan. Setiap tindakan kehidupan kita dihakimi oleh si Penyelidik hati itu sesuai dengan motif yang menggerakkannya--Pelayan Injil, hlm. 244.


Mereka yang berkecimpung dalam pelayanan untuk Tuhan memerlukan suatu pengalaman yang jauh lebih tinggi, lebih dalam, lebih luas, daripada yang pernah dipikirkan banyak orang. Banyak orang yang sudah menjadi anggota keluarga Allah yang besar, sedikit saja mengetahui tentang apa artinya memandang kemuliaan-Nya, dan diubahkan dari kemuliaan kepada kemuliaan. Banyak yang memiliki pengertian samar-samar tentang keistimewaan Kristus, dan hati mereka bergetar dengan kesukaan. Mereka rindu merasakan kasih Juruselamat yang lebih penuh, dan lebih dalam.


Roh Kudus bekerja dengan mereka yang akan bekerja, membentuk mereka yang akan dibentuk, membangun mereka yang akan dibangun. Buatlah bagi dirimu sendiri budaya pemikiran rohani dan hubungan kudus. Engkau baru melihat cahaya pertama fajar permulaan kemuliaan-Nya. Apabila engkau mau untuk mengetahui Tuhan, engkau akan mengetahui bahwa "jalan orang benar itu seperti cahaya fajar, yang kian bertambah terang sampai rembang tengah hari"--Pelayan Injil, hlm. 243.


Renungan Pagi  “Bersama Allah di Waktu Fajar”


22 Juni 2022


FIRMAN KRISTUS TINGGAL DALAM AKU


"Hendaklah perkataan Kristus diam dengan segala kekayaannya di antara kamu, sehingga kamu dengan segala hikmat mengajar dan menegur seorang akan yang lain dan sambil menyanyikan mazmur, dan puji-pujian dan nyanyian rohani, kamu mengucap syukur kepada Allah di dalam hatimu." – Kolose 3: 16.


Iman kepada Yesus akan bertumbuh sementara Anda lebih mengenal Penebus Anda dengan menghidupkan kehidupan-Nya yang tidak bercela dan kasih-Nya yang kekal. Anda tidak dapat menghina Allah kecuali mengaku sebagai murid-Nya padahal Anda menjauhkan diri dari pada-Nya, dan tidak diberi makan serta dipelihara oleh Roh Kudus-Nya.


Bilamana Anda sedang bertumbuh dalam kasih karunia, Anda akan gemar menghadiri kebaktian rohani, dan Anda suka menyaksikan kasih Kristus di hadapan jemaat. Melalui kasih karunia-Nya, Allah dapat memberikan hikmat kepada para orang muda, dan Dia dapat memberikan pengetahuan dan pengalaman kepada anak-anak-Nya. Mereka dapat bertumbuh setiap hari. Jangan mengukur iman dengan perasaan Anda.


Ujilah dengan teliti hati Anda sendiri, dan juga kualitas kasih Anda terhadap Allah. Tanyalah, apakah saya sudah menggunakan waktu hari ini untuk kesenangan sendiri, mencari hiburan sendiri? Atau apakah saya menyenangkan orang lain? Apakah saya membantu orang-orang yang dekat kepada saya lebih berbakti kepada Allah dan untuk menghargai hal- hal yang kekal? Apakah saya menghidupkan agama di rumah tangga sendiri, apakah saya menyatakan kasih karunia Kristus melalui kata-kata dan perilaku saya? Melalui penurutan, apakah saya menghormati orang tua, dan memelihara hukum kelima? Apakah saya dengan sukacita menjalankan tugas kecil setiap hari, mengerjakan dengan setia, melakukan apa yang meringankan beban orang lain? Apakah saya menjaga bibir dari kejahatan dan lidah dari ucapan dusta? Apakah saya menghormati Kristus Penebus, yangg menyerahkan hidup- Nya yang berharga agar saya dapat mencapai hidup kekal?--Amanat kepada Orang Muda, hlm. 146.


Renungan Pagi  “Bersama Allah di Waktu Fajar”


21 Juni 2022


SAYA TIDAK AKAN TAKUT


"TUHAN adalah terangku dan keselamatanku, kepada siapakah aku harus takut? TUHAN adalah benteng hidupku, terhadap siapakah aku harus gemetar?." – Mazmur 27: 1.


Mereka yang akhirnya menang akan mengalami masa kebingungan dan pencobaan yang dahsyat dalam hidup keagamaan; namun tidak harus melepaskan keyakinan mereka, karena ini adalah bagian disiplin sekolah Kristus, dan penting untuk membersihkan semua kotoran. Hamba Allah harus dengan ketetapan hati melawan serangan-serangan musuh, ejekan- ejekan yang memilukan, dan menaklukkan rintangan-rintangan yang akan diletakkan setan pada jalannya.


Setan akan berupaya mengecewakan para pengikut Kristus supaya mereka tidak berdoa dan belajar Kitab Suci, dan dia akan menggelapkan jalan mereka agar terhalang memandang Yesus, menutup pandangan mereka kepada kasih-Nya, dan pusaka kemuliaan surga. Adalah kesukaannya untuk menjadikan anak-anak Allah merasa ciut, gemetar, selalu sakit dan di bawah rasa bimbang yang berkepanjangan. Ia berupaya membuat jalan kita sesedih mungkin, tetapi jika Anda menengadah ke atas, tidak memandang pada kesukaran-kesukaran itu, Anda tidak akan pingsan di tengah jalan, Anda akan segera melihat Yesus mengulurkan tangan-Nya menolong, dan Anda hanya menyambut-Nya dengan tangan dan keyakinan sederhana, dan biarkanlah Dia menuntun Anda.


Yesus adalah terang dunia, dan hidup Anda harus sejalan dengan hidup-Nya. Kristus akan membantu Anda membentuk tabiat yang kuat, simetris dan indah. Setan tidak dapat menghalangi terang memancar dari tabiat seperti itu. Tuhan punya pekerjaan bagi kita masing-masing untuk dilakukan. Ia tidak bermaksud agar kita ditopang oleh pengaruh pujian dan rayuan manusia; Ia bermaksud agar setiap jiwa akan berdiri dalam kekuatan Tuhan--Amanat kepada Orang Muda, hlm. 75, 76.


Renungan Pagi  “Bersama Allah di Waktu Fajar”


20 Juni 2022


KESETIAAN DALAM PERKARA KECIL


"Barangsiapa setia dalam perkara-perkara kecil, ia setia juga dalam perkara-perkara besar. Dan barangsiapa tidak benar dalam perkara-perkara kecil, ia tidak benar juga dalam perkara-perkara besar." – Lukas 16: 10.


"Sebab seperti orang yang membuat perhitungan dalam dirinya sendiri demikianlah ia." Banyak pikiran yang membuat sejarah tidak tercatat dalam sehari; dan pikiran ini besar pengaruhnya terhadap pembangunan karakter. Pikiran kita harus diawasi secara ketat; karena suatu pemikiran yang najis membuat kesan yang dalam atas jiwa. Satu pemikiran yang jahat akan meninggalkan kesan jahat pada otak. Jika pikiran jernih dan kudus, seseorang akan menjadi lebih baik karena dia menginginkan pemikiran tersebut. Olehnya denyutan rohani dibangunkan, dan kuasa melakukan yang baik ditambahkan. Dan seperti setetes air hujan mempersiapkan tetesan lain untuk menyiram tanah, demikian juga satu pemikiran yang baik membuka jalan pikiran lain.


Perjalanan terpanjang dimulai dengan satu langkah pada awalnya. Langkah seterusnya akan mengantar kita pada ujung jalan. Rantai yang terpanjang terdiri dari mata-mata rantai tersendiri. Sekiranya satu mata rantai rusak, rantai itu tidak berguna. Demikian juga karakter. Satu karakter yang seimbang dibentuk oleh satu tindakan yang baik pula. Satu cacat, yang dikembangkan seharusnya ditaklukkan, membuat seorang tidak sempurna, menutup baginya gerbang kota suci itu. Ia yang akan masuk surga harus punya karakter tanpa noda atau kerut maupun sejenisnya. Tidak satu pun yang najis masuk ke dalamnya. Di antara semua rombongan yang ditebus tidak terdapat satu cacat pun.


Pekerjaan Allah sempurna seluruhnya karena setiap bagian adalah sempurna hingga yang terkecil. Diciptakan-Nya pucuk rumput halus seperti kehati-hatian-Nya menciptakan satu bumi. Jika kita rindu untuk sempurna, sama seperti Bapa yang di surga sempurna adanya, kita harus setia melakukan perkara yang kecil--Amanat kepada Orang Muda, hlm. 172, 173.


Renungan Pagi  “Bersama Allah di Waktu Fajar”


19 Juni 2022


SEPERTI POHON


"Ia seperti pohon, yang ditanam di tepi aliran air, yang menghasilkan buahnya pada musimnya, dan yang tidak layu daunnya; apa saja yang diperbuatnya berhasil." – Mazmur 1:3 .


Seharusnya tidak boleh ada kepura-puraan dalam kehidupan mereka yang memiliki pekabaran yang begitu suci dan mulia sebagaimana kita telah dipanggil untuk menyampaikannya. Dunia sedang menyaksikan umat Masehi Advent Hari Ketujuh, karena ia mengetahui sesuatu tentang pengakuan iman mereka, dan standar mereka yang tinggi, dan ketika dunia melihat mereka yang hidup tidak sesuai dengan pengakuannya, maka dunia menunjuk kepada mereka dengan cemoohan.


Mereka yang mengasihi Yesus akan menyelaraskan semua aspek dalam kehidupan mereka dengan kehendak-Nya. Mereka telah memilih untuk berada di pihak Tuhan, dan hidup mereka secara menyolok sangat berbeda dengan kehidupan duniawi. Penggoda akan mendatangi mereka dengan bujukan dan suapnya, sambil berkata, "Semua ini akan kuberikan kepadamu jika engkau mau menyembah aku." Tetapi mereka tahu bahwa dia tidak layak menerima apa pun, dan mereka menolak untuk menyerah pada godaannya. Melalui anugerah Tuhan, mereka dimampukan untuk menjaga kemurnian prinsip mereka tanpa noda. Malaikat suci dekat di samping mereka, dan Kristus dinyatakan dalam ketaatan mereka yang teguh pada kebenaran.


Mereka adalah prajurit Kristus, sebagai saksi sejati, yang memberikan kesaksian yang menentukan dalam mendukung kebenaran. Mereka menunjukkan bahwa ada kekuatan rohani yang memungkinkan pria dan wanita untuk tidak menyimpang sedikit pun dari kebenaran dan keadilan, untuk semua anugerah yang dapat diberikan. Orang-orang seperti itu, di mana pun mereka berada, akan dihormati di surga, karena mereka telah menyesuaikan hidup mereka dengan kehendak Tuhan, tidak peduli pengorbanan apa yang mereka haru lakukan--Testimonies, jld. 9, hlm. 23, 24.


Manusia harus memiliki kekuatan moral, integritas yang tidak bisa disanjung, disuap, atau ditakut-takuti--Testimonies, jld. 5, hlm. 297.


Renungan Pagi  “Bersama Allah di Waktu Fajar”


17 Juni 2022


BERLARI~LARI KEPADA TUJUAN


"Saudara-saudara, aku sendiri tidak menganggap, bahwa aku telah menangkapnya, tetapi ini yang kulakukan: aku melupakan apa yang telah di belakangku dan mengarahkan diri kepada apa yang di hadapanku, dan berlari-lari kepada tujuan untuk memperoleh hadiah, yaitu panggilan sorgawi dari Allah dalam Kristus Yesus." – Filipi 3: 13,14.


Makhluk-makhluk surga akan bekerjasama dengan manusia yang berusaha dengan ketentuan iman bahwa kesempurnaan tabiat akan menjangkau sampai kepada kesempurnaan dalam perbuatan. Bagi setiap orang yang bekerja dalam pekerjaan ini, Kristus berkata, Aku berada di tangan kananmu untuk menolong engkau. Bila kehendak manusia bekerjasama dengan kehendak Allah, ia menjadi kuasa yang besar. Apa pun yang akan dilakukan atas perintah-Nya, dapat dicapai dalam kekuatan-Nya. Segala perintah-Nya adalah mungkin untuk dilaksanakan--Seri Membina Keluarga, jld. 5, hlm. 252.


Mulai dari awal kehidupan, diatur oleh hukum alam dan hukum Allah, umat Kristiani berjalan maju ke depan dan ke atas, setiap hari mendekat ke rumah surgawi, di mana mahkota kehidupan telah menunggunya, dan nama baru, "tidak seorang pun mengetahuinya kecuali yang menerimanya." Ia senantiasa bertumbuh dalam kebahagiaan, kesucian dan kegunaannya. Kemajuan setiap tahun melebihi kemajuan tahun sebelumnya.


Allah telah memberikan kepada para orang muda satu tangga untuk dinaiki, tangga dari bumi sampai ke surga. Di atas tangga itu adalah Allah, dan di sekitarnya memancar sinar kemuliaan-Nya. Ia tengah mengawasi mereka yang menaiki, dan Ia siap mengirimkan bantuan bilamana genggaman tangan mereka lemah dan melangkah kaku. Ya, katakanlah dengan penuh sukacita, bahwa tidak seorang pun yang tekun menaiki tangga itu akan gagal masuk ke kota surgawi.


Seton menghadapkan banyak godaan kepada orang muda. Ia sedang memainkan pertarungan hidup untuk jiwa mereka, tidak ada cara apa pun yang tidak dia coba untuk memikat dan membinasakan mereka--Amanat kepada Orang Muda, hlm. 115


Renungan Pagi  “Bersama Allah di Waktu Fajar”


16 Juni 2022


FIRMAN ALLAH ADALAH ROTI DARI SURGA


"Sama seperti Bapa yang hidup mengutus Aku dan Aku hidup oleh Bapa, demikian juga barangsiapa yang memakan Aku, akan hidup oleh Aku. lnilah roti yang telah turun dari sorga, bukan roti seperti yang dimakan nenek moyangmu dan mereka telah mati. Barangsiapa makan roti ini, ia akan hidup selama-lamanya." – Yohanes 6: 57, 58.


Kehidupan kita harus diikat dengan kehidupan Kristus; kita harus senantiasa mengambil dari Dia, makan dan minum dari Dia, roti hidup yang turun dari surga, sumber mata air yang selalu segar, selalu memberi harta-hartanya yang limpah. Jika kita menempatkan Tuhan selalu di depan kita, mengizinkan hati kita untuk menyatakan syukur dan pujian kepada-Nya, kita akan mendapat kesegaran yang terus rnenerus dalam kehidupan keagamaan kita.


Doa kita akan berbentuk suatu percakapan dengan Allah, sebagaimana kita akan berbicara kepada seorang teman. Ia akan memberitahukan rahasia-rahasia-Nya kepada kita pribadi. Sering akan datang kepada kita suatu perasaan yang manis dan sukacita, karena kehadiran Tuhan. Acapkali hati kita akan menyala di dalam, sementara Ia datang dekat untuk berhubungan dengan kita sebagaimana dilakukan-Nya dengan Henokh. Bagi orang yang memiliki hal-hal itu, agama yang dari Kristus akan menyatakan dirinya sebagai sesuatu yang menghidupkan, prinsip yang meresap, bekerja dan berkerohanian yang teguh. Akan nyata kesegaran dan kuasa serta kegembiraan dari kemudaan yang langgeng.


Hati yang menerima firman Allah tidak seperti kolam air yang menguap, bukan seperti tangki air yang pecah yang membocorkan harta yang di dalamnya. Ia adalah ibarat sungai dari gunung yang memperoleh sumbernya dari mata air yang tiada habis-habisnya, dimana airnya yang sejuk dan bening mengalir dari batu ke batu, menyegarkan orang yang lelah dan dahaga, serta orang yang mempunyai beban yang berat--Seri Membina Keluarga, jld. 5, hlm. 94.


Orang-orang Kristen harus bersedia untuk menghadapi apa yang segera akan terjadi di dunia sebagai suatu kejutan yang besar, dan persediaan ini harus mereka lakukan dengan rajin mempelajari Firman Allah dan berusaha untuk menyesuaikan kehidupan mereka kepada peraturan-peraturannya--Alfa dan Omega, jld. 4, hlm. 219.


Renungan Pagi  “Bersama Allah di Waktu Fajar”


15 Juni 2022


FIRMAN ALLAH MENGHASILKAN PERTUMBUHAN


"Dan jadilah sama seperti bayi yang baru lahir, yang selalu ingin akan air susu yang murni dan yang rohani, supaya olehnya kamu bertumbuh dan beroleh keselamatan, jika kamu benar-benar telah mengecap kebaikan Tuhan." – 1 Petrus 2: 2, 3.


Kami menganjurkan Alkitab kepada setiap pelajar, sebagai buku yang paling penting untuk dipelajari oleh manusia, buku yang berisi pengetahuan yang berguna bagi kehidupan ini dan kehidupan yang akan datang. Para murid yang sudah sangat mengenal kebenaran Firman Allah dan merasakan kuasanya yang mengubahkan dalam hati mereka, akan menampilkan karakter Kristus kepada dunia dalam suatu kehidupan yang teratur dan dalam percakapan yang saleh--Counsels to Teachers, hlm. 395, 396.


Sebagaimana halnya dengan hidup itu sendiri, demikianlah juga dengan pertumbuhan. Allahlah yang membuat kuncup bunga mekar dan bunga itu berbuah. Dengan kuasa-Nyalah benih itu bertumbuh, "mengeluarkan buah, mula-mula tangkainya, lalu bulirnya, kemudian butir- butir yang penuh isinya dalam bulir itu." Tumbuh-tumbuhan dan bunga-bungaan bertumbuh bukanlah karena kekhawatiran atau usaha mereka sendiri, tetapi hanyalah dengan menerima yang disediakan Allah untuk melayani hidupnya. Anak kecil pun bukan dengan kuasa dan keinginannya sendiri dapat membesarkan tubuhnya sendiri. Demikian juga engkau, bukan dengan kuasamu sendiri, atau dengan kekhawatiranmu, atau usahamu sendiri untuk mendapat pertumbuhan rohani. Tanaman, anak-anak, bertumbuh dengan menerima dari sekitarnya hal-hal yang melayani kehidupannya--udara, matahari, dan makanan. Sebagaimana segala pemberian alam ini kepada hewan dan tanaman, demikian jugalah Kristus kepada orang-orang yang berharap pada-Nya. Di dalam anugerah Anak-Nya yang tiada taranya itu, Allah telah melingkari seluruh dunia ini dengan satu suasana anugerah sama seperti udara yang berputar di seluruh dunia ini. Semua orang yang memilih menghirup udara yang memberikan kehidupan ini akan hidup bertumbuh menuju standar di dalam Kristus, baik laki-laki maupun perempuan. Sebagaimana bunga menghadap matahari, demikian pula seharusnya kita berpaling kepada Matahari Kebenaran itu, sehingga tabiat kita dapat diperkembangkannya menjadi serupa dengan Kristus--Kebahagiaan Sejati, hlm. 84, 85.


Renungan Pagi  “Bersama Allah di Waktu Fajar”


14 Juni 2022


BERTUMBUH DALAM KASIH KARUNIA DAN PENGETAHUAN


"Tetapi bertumbuhlah dalam kasih karunia dan dalam pengenalan akan Tuhan dan Juruselamat kita, Yesus Kristus. Bagi-Nya kemuliaan, sekarang dan sampai selama-lamanya." – 2 Petrus 3: 18.


Sahabat-sahabatku orang-orang muda, takut akan Allah adalah dasar dari segala kemajuan; ialah awal dari kebijaksanaan. Bapamu yang di surga mempunyai tuntutan-tuntutan terhadapmu; karena tanpa modal dan jasa sebagai bagian darimu, Dia telah memberikan kemurahan melalui pemeliharaan-Nya; dan lebih dari itu, Dia telah memberikan seluruh surga melalui satu pemberian, yaitu Anak-Nya yang tunggal.


Sebagai balasan dari pemberian yang tidak ternilai ini, Dia menuntut penurutan dari hatimu. Sebagaimana engkau telah dibeli dengan suatu harga, bahkan dengan harga yang dibayar dengan darah Anak Allah, Dia meminta agar engkau menggunakan kesempatan-kesempatan yang diberikan kepadamu untuk dinikmati, dengan sebaik-baiknya.


Perbaiki dan tingkatkan intelektual dan moralmu yang adalah karunia dari Allah, juga talenta-talenta yang dipercayakan kepadamu, dan engkau tidak bebas membiarkan dirimu tidur- tiduran karena kurang pengembangan yang tepat, atau dilemahkan dan dikacaukan oleh ketidakaktifanmu. Engkau sendiri yang dapat memutuskan apakah tanggung jawab yang terletak di atas pundakmu akan engkau lakukan atau tidak, apakah usahamu akan diarahkan dengan tepat sebaik yang dapat engkau lakukan.


Kita sedang hidup di dalam hari-hari yang sedang menuju kepada kebinasaan. Segenap surga menunjukkan minat terhadap tabiat yang sedang engkau bentuk. Seluruh persiapan telah dibuat untukmu agar engkau dapat menjadi bagian dari alam yang mulia, dengan melepaskan diri dari kejahatan dan nafsu yang ada di dunia. Manusia tidak akan dibiarkan sendirian mengalahkan kuasa kejahatan dengan usahanya sendiri yang lemah--Dasar-Dasar Pendidikan, hlm. 85, 86.


Renungan Pagi  “Bersama Allah di Waktu Fajar”


13 Juni 2022


KEKUATAN DAN KEINDAHAN TABIAT


"Aku akan seperti embun bagi Israel, maka ia akan berbunga seperti bunga bakung dan akan menjulurkan akar-akarnya seperti pohon hawar. Ranting-rantingnya akan merambak, semaraknya akan seperti pohon zaitun dan berbau harum seperti yang di Libanon." – Hosea 14: 6, 7.


Terserah kepadamu, hai remaja putra dan putri, buatlah keputusan apakah engkau akan menjadi dapat dipercaya dan setia, siap dan teguh untuk mengambil pendirianmu pada kebenaran dalam segala keadaan. Apakah engkau ingin membentuk kebiasaan yang benar? Kemudian carilah orang-orang yang memiliki moral yang kuat, dan yang tujuannya cenderung ke arah yang baik. Jam-jam percobaan yang berharga diberikan agar engkau dapat menghilangkan setiap cacat dari karakter, dan ini harus engkau upayakan, tidak hanya agar engkau dapat memperoleh kehidupan di masa depan, tetapi agar engkau dapat berguna dalam kehidupan ini. Karakter yang baik adalah modal yang nilainya lebih daripada emas atau perak. Itu tidak terpengaruh oleh kepanikan atau kegagalan, dan pada hari itu ketika harta benda duniawi akan disapu bersih, itu akan membawa keuntungan yang melimpah. Integritas, keteguhan, dan ketekunan adalah kualitas yang harus dicari oleh semua orang dengan sungguh-sungguh; karena mereka mendandani pemiliknya dengan kekuatan yang tak tertahankan, kekuatan yang membuatnya kuat untuk melakukan kebaikan, kuat untuk melawan kejahatan, kuat untuk menanggung kesulitan.


Cinta akan kebenaran, dan rasa tanggung jawab untuk memuliakan Tuhan, adalah yang paling kuat dari semua dorongan untuk peningkatan kecerdasan. Dengan dorongan ini siswa tidak bisa menjadi orang yang sepele. Dia akan selalu bersungguh-sungguh. Di setiap tempat dapat ditemukan pemuda yang pikirannya dilemparkan ke dalam cetakan yang lebih rendah. Ketika dibawa ke dalam hubungan dengan kelas ini, mereka yang telah menempatkan diri mereka sendiri tanpa syarat di sisi Kristus akan berdiri teguh dengan apa yang akal dan hati nurani katakan bahwa mereka benar--Counsels to Teachers, hlm. 225, 226.


Renungan Pagi  “Bersama Allah di Waktu Fajar”


12 Juni 2022


MENINGKAT DALAM PENGETAHUAN AKAN ALLAH


"Sehingga hidupmu layak di hadapan-Nya serta berkenan kepada-Nya dalam segala hal, dan kamu memberi buah dalam segala pekerjaan yang baik dan bertumbuh dalam pengetahuan yang benar tentang Allah." – Kolose 1: 10.


Ia yang menjalankan karunia terbaiknya, akan sungguh-sungguh berupaya melakukan rencana agung Tuhan untuk meninggikan kemanusiaan. Hendaklah tekun dalam pekerjaan yang Anda telah mulai, sampai meraih kemenangan demi kemenangan. Didiklah diri sendiri untuk satu tujuan. Pandanglah standar yang tertinggi, agar Anda dapat melakukan yang terbesar dan terbaik, maka terpantullah kemuliaan Allah--Amanat kepada Orang Muda, hlm. 56.


Jangan bingung melihat banyaknya pekerjaan yang Anda harus selesaikan seumur hidup, karena Anda tidak diharuskan menyelesaikan semuanya dalam seketika. Biarlah setiap kekuatan Anda digunakan menjalankan pekerjaan setiap hari, memperbaiki setiap kesempatan yang berharga, menghargai bantuan-bantuan yang Allah berikan, dan membuat kemajuan di atas tangga langkah demi langkah. Ingatlah bahwa Anda hidup sehari pada satu waktu, bahwa Allah telah memberikan Anda sehari dan catatan surga menunjukkan bagaimana Anda menghargai hak-hak istimewa dan kesempatan-kesempatan itu. Biarlah Anda bertambah baik setiap hari, sehingga pada akhirnya Anda akan mendengar suara Tuhan berkata, "Baik sekali perbuatanmu itu, hai hambaku yang baik dan setia"--Amanat Kepada Orang Muda, hlm. 52, 53.


Tidak ada yang tampaknya lebih tidak berdaya, namun benar-benar lebih tak terkalahkan, selain jiwa yang merasakan ketiadaannya, dan sepenuhnya bergantung pada jasa Juruselamat. Tuhan akan mengirim setiap malaikat di surga untuk membantu orang seperti itu, daripada membiarkan dia dikalahkan--Testimonies, jld. 7, hlm. 17.


Ingatlah bahwa dalam hidupmu, agama itu bukanlah salah satu pengaruh; tetapi hal itu haruslah pengaruh yang mendominasi yang lainnya. Milikilah pertarakan yang ketat. Jauhilah semua pencobaan. Jangan berikan kesempatan kepada musuh yang licik--Counsels to Teachers, hlm. 489.

Renungan Pagi  “Bersama Allah di Waktu Fajar”


10 Juni 2022


KEHANCURAN ADALAH HASIL KETIDAKPATUHAN


"Jika kamu menurut dan mau mendengar, maka kamu akan memakan hasil baik dari negeri itu. Tetapi jika kamu melawan dan memberontak, maka kamu akan dimakan oleh pedang. Sungguh, TUHAN yang mengucapkannya." – Yesaya 1: 19, 20.


Kurangnya penghormatan terhadap nasihat dari orang tua yang saleh, adalah salah satu dosa yang mencolok dari zaman yang merosot ini. Ada banyak kehidupan di negeri kita yang gelap dan malang karena salah langkah dalam kegelapan. Dengan satu tindakan ketidaktaatan, banyak remaja telah merusak seluruh hidupnya dan membebani hati ibu yang penuh kasih dengan kesedihan. Allah tidak akan menganggap engkau tidak bersalah jika engkau mengikuti kebiasaan ini. Dengan meremehkan nasihat dari seorang ibu yang takut akan Allah, yang dengan rela memberikan nyawanya untuk anak-anaknya, engkau melanggar perintah kelima. Engkau tidak tahu ke mana perjalanan hidupmu membawa engkau.


Saya sekali lagi membela tuntutan seorang ibu, cinta seorang ibu. Tidak ada rasa tidak bersyukur yang lebih mendasar daripada apa yang menandai dosa ketidaktaatan kepada seorang ibu Kristen. Pada hari-hari engkau masih bayi tanpa daya, dia mengawasi engkau; doa dan air matanya disaksikan di surga saat dia dengan penuh kasih sayang merawat engkau. Untuk anak-anaknya dia telah bekerja keras dan merencanakan, berpikir, berdoa, dan melakukan penyangkalan diri. Sepanjang hidupmu, hatinya yang tulus selalu cemas dan bersungguh-sungguh untuk kesejahteraanmu. Namun sekarang engkau memilih jalanmu sendiri; engkau mengikuti keinginanmu sendiri yang buta dan keras kepala, terlepas dari akibat pahit yang akan engkau tuai, engkau akan membawa kesedihan kepadanya--Testimonies, jld. 5, hlm. 125.


Ketidaktaatan telah menutup pintu bagi sejumlah besar pengetahuan yang mungkin diperoleh dari Firman Allah. Seandainya manusia taat, mereka akan memahami rencana pemerintahan Allah. Surga akan membuka ruang rahmat dan kemuliaan untuk diselidiki--Counsels to Teachers, hlm. 440, 441.


Renungan Pagi  “Bersama Allah di Waktu Fajar”


09 Juni 2022


PERINTAH-NYA TIDAK MENYUSAHKAN


"Sebab inilah kasih kepada Allah, yaitu, bahwa kita menuruti perintah-perintah-Nya. Perintah-perintah-Nya itu tidak berat." – 1 Yohanes 5: 3.


Kita harus menyerahkan diri kita kepada Kristus, untuk menghidupkan suatu kehidupan penurutan kepada segenap tuntutan-tuntutan-Nya. Segenap diri kita, segenap talenta serta kecakapan yang kita miliki, adalah milik Tuhan, untuk dipersembahkan kepada pelayanan-Nya. Kalau kita menyerahkan diri kita sepenuh hati kepada-Nya, Kristus, dengan segenap harta surga, memberikan diri-Nya kepada kita. Kita memperoleh mutiara yang sangat mahal harganya--Seri Membina Keluarga, jld. 5, hlm. 82.


Ingatlah, engkau memiliki tujuan kerajaan surga, jalan terbuka menuju kebinasaan haruslah dihindari. Tuhan bersungguh-sungguh atas apa yang Dia katakan. Ketika Dia melarang leluhur kita untuk memakan buah dari pohon pengetahuan, ketidakpedulian mereka membuka pintu air malapetaka bagi seluruh dunia. Jika kita berjalan berlawanan dengan Tuhan, Dia akan berjalan berlawanan dengan kita. Satu-satunya jalan aman kita adalah taat pada semua persyaratan-Nya dengan cara apa pun. Semua dibuat dalam kasih dan kebijaksanaan yang tak terbatas--Testimonies, jld. 5, hlm. 365.


Orang muda harus dikendalikan oleh prinsip-prinsip yang teguh, agar mereka dapat meningkatkan kuasa yang Allah berikan kepada mereka. Namun orang muda yang bergantung pada dorongan hati dan tanpa pertimbangan, tidak menghargai prinsip-prinsip, mereka selalu ada dalam bahaya. Karena mereka tidak selamanya memiliki tuntunan dan perlindungan orangtua atau wali, mereka harus dilatih untuk memiliki rasa percaya diri dan pengendalian diri. Mereka harus diajar untuk berpikir dan bertindak berdasarkan prinsip-prinsip yang sempurna--Amanat kepada Orang Muda, hlm. 477.


Melalui kuasa kebenaranlah kita harus dikuduskan, dan diangkat ke martabat sejati dari standar yang ditetapkan dalam Firman. Jalan Tuhan hanya dapat dipelajari melalui ketaatan yang paling cermat pada Firman-Nya. Pelajarilah Firman--Amanat kepada Orang Muda, hlm. 493.


Renungan Pagi  “Bersama Allah di Waktu Fajar”


08 Juni 2022


DIBERKATILAH MEREKA YANG MELAKUKAN PERINTAH~NYA


"Berbahagialah mereka yang membasuh jubahnya. Mereka akan memperoleh hak atas pohon-pohon kehidupan dan masuk melalui pintu-pintu gerbang ke dalam kota itu." – Wahyu 22: 14.


Penurutan yang setia terhadap hukum-hukum Allah akan punya pengaruh yang menakjubkan untuk meninggikan, menumbuhkan dan menguatkan semua kemampuan manusia. Mereka yang sejak muda menyerahkan diri untuk melayani Allah, akan menjadi orang yang memiliki pertimbangan yang sehat dan penilaian yang teliti. Mengapa tidak demikian? Persekutuan dengan Guru Terbesar yang pernah dikenal dunia, meneguhkan pengertian, mencerahkan pikiran, memurnikan hati, meninggikan, menyucikan dan memuliakan manusia seutuhnya.


Di antara orang-orang muda yang mengaku beribadah, tampaknya sebagian besar bertentangan dengan pengakuan ini. Mereka tidak bertumbuh dalam pengetahuan atau kerohanian. Kuasa mereka cenderung lebih merosot daripada berkembang. Tetapi ucapan pemazmur adalah benar bagi orang Kristiani sejati. Bukan huruf Firman Allah yang memberikan terang dan pengertian; tetapi Firman yang terbuka dan diaplikasikan dalam hati oleh Roh Kudus. Ketika seseorang benar-benar bertobat. ia menjadi anak Allah, pengambil sifat Ilahi. Bukan saja hatinya diperbarui, tetapi kecerdasannya dikuatkan dan disegarkan. Dalam banyak kejadian orang-orang sebelum bertobat dianggap berkemampuan biasa bahkan lebih rendah, tetapi setelah bertobat ia berubah sepenuhnya. Kemudian menyatakan kuasa yang luar biasa untuk memahami kebenaran Firman Allah, dan mnenyajikan kebenaran kepada yang lain. 


Allah akan melakukan pekerjaan besar untuk para orang muda, jika mereka mau menerima Firman-Nya dalam hati dan menurutinya atas bantuan Roh Kudus. Ia selalu berupaya menarik mereka kepada-Nya, sebagai Sumber hikmat, Mata Air kebajikan, kemurnian dan kebenaran. Pikiran yang dipenuhi dengan motif yang mulia dengan sendirinya akan menjadi mulia--Amanat kepada Orang Muda, hlm. 77, 78.


Renungan Pagi  “Bersama Allah di Waktu Fajar”


07 Juni 2022


UMUR PANJANG DIJANJIKAN KEPADA YANG MENURUT


"Dan jika engkau hidup menurut jalan yang Kutunjukkan dan tetap mengikuti segala ketetapan dan perintah-Ku, sama seperti ayahmu Daud, maka Aku akan memperpanjang umurmu." – 1 Raja-Raja 3: 14.


Pria dan wanita tidak dapat melanggar hukum alam dengan memanjakan selera dan hawa nafsu, tanpa melanggar hukum Allah. Itulah sebabnya Ia mengizinkan terang dari reformasi kesehatan menyinari kita, agar kita dapat melihat dosa-dosa kita yang membuat kita melanggar hukum-hukum yang Ia tetapkan. Semua sukacita atau penderitaan kita dapat ditelusuri pada penurutan dan pelanggaran hukum alam. Bapa Surgawi kita yang penuh rahmat melihat kondisi manusia, yang secara sadar, hidup secara terang-terangan melanggar hukum -hukum yang Ia telah tetapkan. Dan dalam kasih-Nya kepada umat manusia, Ia membiarkan terang bersinar dalam bentuk pekabaran reformasi kesehatan. Dia menyiarkan hukum- Nya, dan akibat dari pelanggaran terhadap hukum itu, agar setiap orang dapat belajar, dan berhati-hati untuk hidup sesuai dengan hukum alam.


Kebodohan bukanlah alasan pada saat ini. Terang itu bersinar dengan jelas, dan tidak seorang pun harus mengalami kebodohan, karena Allah Sendiri yang memberi petunjuk. Semua terikat pada tanggung jawab suci kepada Allah agar memperhatikan ajaran yang benar dan pengalaman yang sungguh-sungguh yang Ia berikan sekarang dalam bentuk reformasi kesehatan-- Testimonies, jld. 3, hlm. 161, 162.


Sungguh Allah yang luar biasa! Dia memerintah atas kerajaanNya dengan kesungguh-sungguhan; dan Ia telah memberikan sepuluh hukum untuk umat-Nya, dengan tujuan memelihara mereka dari akibat pelanggaran. Dengan menuntut penurutan akan hukum-hukumNya, Allah memberikan kesehatan dan kebahagiaan, damai dan sukacita kepada umat-Nya--Counsels to Teachers, hlm. 454.


Renungan Pagi  “Bersama Allah di Waktu Fajar”


06 Juni 2022


ORANG ASING DAN PENYEMBAH BERHALA AKAN TAAT KEPADA ALLAH


"Baru saja telinga mereka mendengar, mereka taat kepadaku; Orang-orang asing tunduk menjilat aku." – Mazmur 18: 45.


Hukum Allah adalah sama sucinya seperti Allah sendiri. Itu adalah satu pernyataan kehendak-Nya, satu pernyataan tertulis dari tabiat-Nya, pernyataan dari kasih dan hikmat Ilahi. Keselarasan alam semesta ini bergantung atas penurutan yang sempurna dari segala makhluk, dari segala sesuatu baik benda hidup atau benda mati, terhadap hukum Khalik itu. Allah telah menetapkan undang-undang bagi pemerintahan, bukan saja bagi makhluk-makhluk hidup tetapi juga bagi seluruh kegiatan dalam alam ini.


Tetapi sementara segala sesuatu di dalam alam diperintah oleh hukum alam, hanya manusia saja dari segala penduduk bumi ini, yang bertanggung jawab terhadap hukum moral. Kepada manusia, makhluk ciptaan yang paling mulia, Allah telah memberikan kuasa untuk mcngerti akan tuntutan-tuntutan-Nya, mengerti akan keadilan serta kebajikan hukum-Nya dan tuntutan yang suci dari hukum itu terhadap dirinya; dan dari manusia dituntut penurutan yang tetap--Alfa dan Omega, jld. 1, hlm. 47.


Orangtua tidak mencegah sifat mementingkan diri dari anak-anak mereka. Pemanjaan diri telah menjadi objek yang dikejar. Melalui melayani diri sendiri, orang banyak terikat pada pelayanan kepada setan. Mereka menjadi hamba bagi gairah dan keinginan hati mereka sendiri, yang berada di bawah pengendalian si jahat. Saat memanggil mereka ke dalam pelayanan, Allah menawarkan kebebasan. Penurutan kepada Allah adalah kebebasan dari dosa-dosa, kelepasan dari gairah dan dorongan hati manusia--Testimonies to Ministers, hlm. 247.


Penurutan sepenuh hati kepada Allah memberikan tenaga dan kuasa yang sangat dibutuhkan oleh jiwa. Suatu pekerjaan yang bertahan seperti matahari telah dilaksanakan bagi si pekerja dan mereka yang ia layani. Meski kapasitasnya sangat terbatas dalam pekerjaan ini, pekerjaannya akan berterima kepada Allah-- Testimonies, jld. 4, hlm. 613.


Renungan Pagi  “Bersama Allah di Waktu Fajar”


05 Juni 2022


JALAN PENURUTAN ADALAH RAHMAT DAN KEBENARAN


"Segala jalan TUHAN adalah kasih setia dan kebenaran bagi orang yang berpegang pada perjanjian-Nya dan peringatan-peringatan-Nya." – Mazmur 25: 10.


Umat Allah harus mematuhi perintah-Nya, membuang semua kebijakan duniawi. Setelah mengadopsi prinsip tindakan yang benar, mereka menghormati prinsip-prinsip ini; karena mereka terlahir dari surga. Penurutan kepada Allah lebih berharga bagimu daripada emas atau perak. Bersatu dengan Kristus, mempelajari kelembutan dan kerendahan hati-Nya, mengakhiri banyak konflik; karena ketika musuh datang seperti banjir, Roh Tuhan mengangkat standar kita untuk melawannya--Testimonies, jld.8, hlm. 95.


Segala unsur dunia berada di bawan pengendalian Allah. Undang-undang alam ditaati oleh alam. Segala sesuatu berbicara dan bertindak menurut kehendak Khalik. Awan dan sinar surya, embun dan hujan, angin serta badai semuanya berada di bawah pengawasan Allah dan menyatakan kepatuhan mutlak kepada perintah-Nya. Adalah dengan sesuatu penurutan kepada undang-undang Allah sehingga tunas gandum itu muncul dari tanah.... Hal ini Tuhan pertumbuh-kan pada musim yang tepat sebab ia tidak menentang pekerjaan-Nya. Patutkah manusia, yang diciptakan menurut peta Allah, dikaruniai dengan akal dan dapat berbicara, bersikap tidak menghargai pemberian-Nya dan tidak menaati kehendak-Nya? Akankah makhluk-makhluk yang rasional menyebabkan kekacauan dalam dunia kita?--Seri Membina Keluarga, jld. 5, hlm. 56, 57.


Penurutan adalah ujian kemuridan. Pemeliharaan hukumlah yang membuktikan keikhlasan dari pengakuan kasih kita. Apabila ajaran yang kita terima membunuh dosa di dalam hati, menyucikan jiwa dan kecemaran, menghasilkan buah kesucian, dapat kita ketahui bahwa ajaran ini adalah kebenaran Allah. Bila kebajikan, kebaikan, kelembutan hati, simpati nyata dalam kehidupan kita, apabila kita mengagungkan Kristus, bukan diri, dapat kita ketahui bahwa iman kita itu benar--Khotbah di Atas Bukit, hlm. 164.


Renungan Pagi  “Bersama Allah di Waktu Fajar”


03 Juni 2022


LAHIR KEMBALI, PEKERJAAN ROH KUDUS


"Jawab Yesus: Aku berkata kepadamu, sesungguhnya jika seorang tidak dilahirkan dari air dan Roh, ia tidak dapat masuk ke dalam Kerajaan Allah. Apa yang dilahirkan dari daging, adalah daging, dan apa yang dilahirkan dari Roh, adalah roh." – Yohanes 3: 5, 6.


Tidak ada penemuan manusia yang dapat menemukan suatu penawar bagi jiwa yang berdosa .... Pancaran hati itu wajib dibersihkan sebelum alirannya dapat menjadi bersih. Orang yang mencoba hendak mencapai surga oleh perbuatannya sendiri dalam memelihara hukum Allah, berarti mencoba sesuatu yang mustahil. Tidak ada keselamatan bagi seorang yang memiliki hanya sekadar suatu agama resmi, sesuatu rupa peribadatan belaka. Kehidupan orang Kristen bukannya sesuatu perubahan sedikit atau perbaikan dari kehidupan yang lama, 

melainkan perubahan seluruhnya dari segala sifat. Ada kematian terhadap diri dan dosa, dan suatu kehidupan yang semata-mata baru. Perubahan ini dapat terjadi hanya oleh pekerjaan Roh Kudus yang berhasil itu....


Angin terdengar di antara cabang-cabang pohon menggersak dedaunan dan bunga-bungaan; namun angin itu tidak kelihatan, dan tidak seorang pun mengetahui dari mana datangnya, atau ke mana perginya. Demikianlah halnya dengan pekerjaan Roh Kudus di dalam hati. Tidak ada hal yang dapat menjelaskannya lebih jelas daripada gerakan angin. Seorang boleh jadi tidak dapat menyebutkan waktu atau tempat yang tepat, atau mengingat kembali semua keadaan dalam proses pertobatan; tetapi hal ini tidak membuktikan bahwa ia tidak bertobat. Dengan alat yang tidak tampak seperti angin, Kristus selalu bekerja di dalam hati. Sedikit demi sedikit, dengan tidak disadari oleh si penerima, kesan-kesan ditanamkan yang berlanjut kepada menarik jiwa itu kepada Kristus. Ini boleh jadi diterima oleh merenungkan tentang Dia, oleh membaca Alkitab, atau oleh mendengar sabda Allah dari pengkhotbah yang hidup. Tiba-tiba, ketika Roh itu datang dengan bujukan yang lebih terarah lagi, maka jiwa itu pun menyerahlah dengan suka hati kepada Yesus.... Permulaan penebusan dapat kita ketahui di dunia ini oleh pengalaman pribadi--Alfa dan Omega, jld. 5, hlm. 172, 173.


Renungan Pagi  “Bersama Allah di Waktu Fajar”


02 Juni 2022


MELALUI FIRMAN-NYA KITA DILAHIRKAN KEMBALI


"Karena kamu telah dilahirkan kembali bukan dari benih yang fana, tetapi dari benih yang tidak fana, oleh Firman Allah, yang hidup dan yang kekal." – 1 Petrus 1: 23.


Orang muda yang menemukan kegembiraan dan kebahagiaan dalam membaca Firman Allah dan pada saat berdoa, terus menerus disegarkan oleh hembusan dari Sumber Kehidupan. Dia akan mencapai ketinggian keunggulan moral dan pemikiran luas yang tidak bisa dibayangkan orang lain. Komunikasi dengan Allah mendorong pemikiran yang baik, aspirasi yang luhur, persepsi yang jelas tentang kebenaran, dan tujuan tindakan yang luhur. Mereka yang dengan demikian menghubungkan jiwa mereka dengan Allah diakui oleh-Nya sebagai putra dan putri-Nya. Mereka terus-menerus mencapai lebih tinggi dan lebih tinggi lagi, mendapatkan pandangan yang lebih jelas tentang Allah dan keabadian, sampai Allah menjadikan mereka saluran terang dan kebijaksanaan kepada dunia--Testimonies, jld. 4, hlm. 624.


Perubahan hati yang menjadikan kita anak-anak Allah disebut di dalam Alkitab sebagai kelahiran baru. Di samping itu dibandingkan dengan pertumbuhan benih yang baik yang ditaburkan oleh petani. Demikianlah orang-orang yang bertobat kepada Kristus, disebut "seperti bayi yang baru lahir," "bertumbuh" di dalam Yesus Kristus.... Dari tumbuh- tumbuhan itulah diambil perumpamaan untuk membantu kita memahami lebih baik rahasia-rahasia kebenaran kehidupan rohani--Kebahagiaan Sejati, h1m. 83.


Jika kita ingin menjalani kehidupan Kristen yang sejati, hati nurani harus dihidupkan melalui hubungan yang terus-menerus dengan Firman Allah. Semua hal berharga dengan harga yang tak terhingga yang Allah sediakan bagi kita, tidak akan berguna bagi kita untuk memperkuat dan menghasilkan pertumbuhan rohani, kecuali kita menyesuaikannya. Kita harus makan Firman Allah dan menjadikannya bagian dari diri kita sendiri--Testimonies, jld. 7, hlm. 195.


Renungan Pagi  “Bersama Allah di Waktu Fajar”


01 Juni 2022


LAHIR BARU, KITA DIUBAHKAN SERUPA DENGAN GAMBAR-NYA


"Dan kita semua mencerminkan kemuliaan Tuhan dengan muka yang tidak berselubung. Dan karena kemuliaan itu datangnya dari Tuhan yang adalah Roh, maka kita diubah menjadi serupa dengan gambar-Nya, dalam kemuliaan yang semakin besar." – 2 Korintus 3: 18.


Mutiara yang sangat berharga ditawarkan kepada orang muda. Mereka mungkin menjual semuanya dan membeli mutiara ini, atau mereka mungkin menolaknya, hingga mereka mengalami kerugian yang tak terbatas. Surga dapat dicapai oleh semua orang yang mau mematuhi persyaratan yang ditetapkan dalam Firman Allah. Penebus kita taat sampai mati; Dia memberikan diri-Nya sendiri sebagai korban untuk dosa. Teman-teman orang muda, kamu dapat membentuk tujuan yang sungguh-sungguh dengan kekuatanmu sendiri, kamu dapat memuji dirimu sendiri bahwa kamu dapat berjalan terus tanpa menyerahkan hati kepada pengaruh Roh Allah yang mengendalikan; tetapi kamu tidak menjadi bahagia. Jiwamu gelisah dan kamu membutuhkan perubahan, dan kamu haus akan kesenangan dalam hiburan dan kegembiraan dari lingkungan rekan-rekan orang muda. Kamu membuat sendiri tangki-tangki yang rusak yang tidak berisi air. Kebahagiaan hanya dapat ditemukan dalam pertobatan kepada Allah, dan iman kepada Tuhan kita Yesus Kristus; karena hatimu di penuhi dengan pemberontakan; hal itu terucap dalam kata-katamu. Doa yang egois dan bentuk keagamaanmu mungkin menenangkan hati nurani, tetapi itu hanya meningkatkan bahayamu. Sifatmu belum diperbarui.


Penyerahan hati kepada Yesus menundukkan para pemberontak ke dalam penyesalan, dan bahasa jiwa yang taat adalah, "Hal-hal lama sudah berlalu.... " Ini adalah agama yang benar dari Alkitab. Segala sesuatu yang kurang dari ini adalah tipuan--Testimonies, jld. 4, hlm. 624, 625.


Renungan Pagi  “Bersama Allah di Waktu Fajar”


31 Mei 2022


HUKUMAN TUHAN YANG SANGAT RINGAN


"Sesudah semua yang kami alami oleh sebab perbuatan kami yang jahat, dan oleh sebab kesalahan kami yang besar, sedangkan Engkau, ya Allah kami, tidak menghukum setimpal dengan dosa kami, dan masih mengaruniakan kepada kami orang-orang yang terluput sebanyak ini." –Ezra 9: 13.


Kesabaran yang telah ditunjukkan Allah kepada orang jahat, telah memberanikan manusia dalam pelanggaran; tetapi hukuman mereka sekalipun sudah lama ditunda pasti akan dilaksanakan dengan amat mengerikan. Sekalipun Ia tidak bersuka-suka dalam pembalasan, Ia akan melaksanakan hukuman-Nya ke atas orang-orang yang melanggar hukum- Nya. Ia terpaksa berbuat hal ini, untuk memelihara penduduk bumi dari kemerosotan dan kehancuran yang menyeluruh. Agar dapat menyelamatkan beberapa orang maka Ia harus menumpas mereka yang telah menjadi keras di dalam dosa. "Tuhan itu panjang sabar dan besar kuasa, tetapi Ia tidak sekali-kali membebaskan dari hukuman orang yang bersalah." Oleh perkara- perkara hebat di dalam kebenaran Ia akan membenarkan wewenang hukum-Nya yang diinjak-injak itu. Dan kenyataan yang sama bahwa Ia merasa enggan melaksanakan hukuman yang adil itu menyaksikan betapa kejinya dosa-dosa yang telah menyebabkan datangnya hukuman- Nya, dan betapa hebatnya pembalasan yang menunggu orang yang melanggar--Alfa dan Omega, jld. 2, hlm. 272, 273.


Sejak dahulu, Dia memohon kepada orang-orang yang bersalah yang mengaku nama-Nya untuk bertobat dan berbalik dari cara jahat mereka. Sekarang, seperti saat itu, melalui mulut hamba-hamba pilihanNya Dia meramalkan bahaya di depan mereka. Dia membunyikan suara amaran, dan menegur dosa sama seperti di zaman Yeremia. Tetapi Israel di zaman kita memiliki godaan yang sama untuk mencemooh dan membenci nasihat seperti yang dimiliki oleh bangsa Israel dahulu kala. Mereka terlalu sering menutup telinga terhadap perkataan yang Tuhan berikan kepada hamba-hamba-Nya untuk kepentingan orang-orang yang mengaku memiliki kebenaran. Meskipun Tuhan dalam belas kasihan-Nya menahan untuk sementara waktu pembalasan dosa mereka, Dia tidak akan selalu menahan tangan-Nya, tetapi akan menindak kesalahan mereka dengan penghakiman yang benar--Testimonies, jld. 4, hlm. 165, 166.


Renungan Pagi  “Bersama Allah di Waktu Fajar”


30 Mei 2022


DIA YANG MEMANGGIL KITA ADALAH SETIA


"Ia yang memanggil kamu adalah setia, Ia juga akan menggenapinya." –1 Tesalonika 5: 24.


Tidak pernah sebuah doa dipersembahkan, betapapun lemahnya, tidak pernah setetes air mata dicucurkan, betapapun rahasianya, tidak pernah suatu kerinduan yang ikhlas kepada Allah didambakan, betapapun lemahnya, meskipun begitu Roh Allah akan pergi menjemputnya. Bahkan sebelum doa itu dipersembahkan, atau keinginan hati itu diberitakan, rahmat dari Kristus keluar untuk memenuhi rahmat yang bekerja di atas jiwa manusia.


Bapamu yang di surga akan melepaskan dari padamu pakaian yang dinajiskan oleh dosa. Dalam nubuatan perumpamaan Zakharia, imam besar Yosua, berdiri dalam pakaian kotor di hadapan malaikat Tuhan, menggambarkan orang berdosa. Dan kata-kata yang diucapkan Tuhan, "Tanggalkanlah pakaian yang kotor itu dari padanya. Dan kepada Yosua ia berkata: "Lihat. dengan ini aku telah menjauhkan kesalahanmu dari padamu! Aku akan mengenakan kepadamu pakaian pesta .... " Demikian juga Allah akan mengenakan kepadamu"pakaian keselamatan," dan menyelubungi engkau dengan "jubah kebenaran." Ia akan membawa engkau ke dalam rumah pesta-Nya dan panji-Nya di atasmu adalah kasih--Seri Membina Keluarga, jld. 5, hlm. 153.


Langkah ke atas menuju surga harus diambil satu per satu; setiap langkah maju memperkuat kita untuk langkah selanjutnya. Kuasa anugerah Tuhan yang mengubahkan hati manusia adalah sebuah karya yang hanya sedikit dipahami, karena mereka terlalu malas untuk melakukan upaya yang diperlukan--Testimonies, jld. 4, hlm. 444.


Oh, betapa besarnya panjang sabar Allah yang penuh rahmat! Apabila umat-Nya meninggalkan dosa-dosanya yang telah menutup hadirat-Nya, Ia mendengar doa mereka, dan dengan segera akan bekerja bagi mereka--Alfa dan Omega, jld. 2, hlm. 182.


Renungan Pagi  “Bersama Allah di Waktu Fajar”


29 Mei 2022


DIA YANG DITINGGIKAN ALLAH


"Dialah yang telah ditinggikan oleh Allah sendiri dengan tangan kanan-Nya menjadi pemimpin dan Juruselamat, supaya Israel dapat bertobat dan menerima pengampunan dosa" – Kisah Para Rasul 5: 31.


Bagaimanakah agar seorang manusia dapat benar di hadapan Allah? Bagaimanakah orang berdosa itu dapat dibenarkan? Hanya melalui Kristuslah kita dapat rukun dengan Allah, dengan kesucian; tetapi bagaimanakah kita datang kepada Kristus? Di dalam pertobatan termasuk penyesalan akan dosa dan berpaling darinya. Kita tidak akan meninggalkan dosa kecuali kita melihat betapa jahatnya dosa-dosa itu; sebelum kita mengenyahkannya dari dalam hati kita, tidak akan ada perubahan yang sesungguhnya di dalam kehidupan.


Banyak orang yang gagal memahami apa sesungguhnya pertobatan itu. Banyak orang merasa sedih karena mereka telah berbuat dosa dan mengadakan pembaruan secara lahiriah karena mereka takut bahwa perbuatan salah yang mereka telah lakukan akan membawa bencana bagi diri mereka sendiri. Tetapi bukan pertobatan semacam ini yang dimaksudkan oleh Alkitab. Mereka meratapi kesengsaraan melebihi dosa itu sendiri. Demikianlah duka yang dialami oleh Esau ketika hak sulungnya hilang untuk selama-lamanya. Bileam, takut karena malaikat berdiri di tengah jalannya dengan pedang terhunus, mengaku kesalahannya supaya nyawanya jangan binasa, tetapi itu bukanlah pertobatan sejati, tanpa perubahan maksud dan muak akan kejahatan. Setelah mengkhianati Tuhannya, Yudas lskariot berseru, "Aku telah berdosa karena menyerahkan darah orang yang tak bersalah." Akibat-akibat yang ditanggungnya memenuhi dirinya dengan perasaan dahsyat, namun tidak berakar dalam, dengan hati yang hancur di dalam jiwanya, karena dia telah mengkhianati Anak Allah yang tidak bersalah sama sekali. Semua ratapan semacam ini hanyalah akibat-akibat dosa itu, tetapi bukan karena berdukacita atas dosa itu sendiri. Tetapi apabila hati menyerah kepada pengaruh Roh Allah, maka hati nurani akan dihidupkan, dan orang yang berdosa akan melihat hal-hal yang dalam dan kekudusan hukum Allah yang suci, dasar pemerintahan Allah di surga dan dunia--Kebahagiaan Sejati, hlm. 25, 26.


Renungan Pagi  “Bersama Allah di Waktu Fajar”


27 Mei 2022


KESELAMATAN OLEH KASIH KARUNIA ALLAH


"Karena kasih karunia Allah yang menyelamatkan semua manusia sudah nyata." – Titus 2: 11.


Yesus telah memberikan cawan berkat kepada mereka yang merasa bahwa mereka "kaya dan aku telah memperkaya diriku dan tidak kekurangan apa-apa," dan mereka telah berpaling dengan cemooh dari pemberian yang penuh kemurahan hati itu. Dia yang merasa sempurna, dia yang berpikir bahwa dirinya cukup baik, dan puas dengan keadaannya, tidak berupaya supaya ikut serta memperoleh kasih karunia dan kebenaran Kristus. Kesombongan tidak merasakan keperluan, dan itu menutupi hati terhadap Kristus dan berkat- berkat tak terbatas yang akan Dia berikan. Tidak ada tempat bagi Yesus di dalam hati orang yang demikian. Mereka yang kaya dan terhormat dalam pandangan mereka sendiri tidak meminta dengan iman, dan menerima berkat Allah. Mereka merasa lengkap, itu sebabnya mereka pergi dengan hampa. Mereka yang tahu bahwa mereka tidak dapat menyelamatkan diri mereka, atau melakukan suatu tindakan yang benar dari diri mereka sendiri, adalah orang-orang yang menghargai pertolongan yang dapat diberikan Kristus. Mereka itulah yang miskin di hadapan Allah, yang dinyatakan-Nya berbahagia.


Siapa yang diampuni Kristus, Dialah yang pertama membuat menyesal, dan tugas Roh Kuduslah menyadarkan orang terhadap dosa. Mereka yang hatinya telah digerakkan oleh Roh Allah yang memberikan keyakinan melihat bahwa tidak ada kebaikan dalam diri mereka. Mereka lihat bahwa semua yang pernah mereka lakukan adalah bercampur dengan diri dan dosa. Seperti pemungut cukai yang malang itu, mereka berdiri jauh-jauh, tidak berani menengadah ke langit, dan berseru, "Ya Allah, kasihanilah aku orang berdosa ini" Dan mereka diberkati. Ada pengampunan bagi orang yang menyesal; karena Kristus adalah Anak Domba Allah yang menghapus dosa dunia." Semua yang merasakan dalamnya kemiskinan jiwa mereka, yang merasa bahwa tidak ada kebaikan dalam diri mereka, boleh mendapat kebenaran dan kekuatan dengan melihat kepada Yesus--Khotbah di Atas Bukit. hlm. 16-18.


Renungan Pagi  “Bersama Allah di Waktu Fajar”


26 Mei 2022


KRISTUS DASAR YANG PASTI


"Sebab ada tertulis dalam Kitab Suci: 'Sesungguhnya, Aku meletakkan di Sion sebuah batu yang terpilih, sebuah batu penjuru yang mahal, dan siapa yang percaya kepada-Nya, tidak akan dipermalukan.'" – 1 Petrus 2: 6.


Dalam kebijaksanaan yang tidak terbatas, Allah memilih batu dasar itu, dan meletakkannya sendiri. Ia menyebutnya "dasar yang teguh." Segenap dunia boleh meletakkan beban dan kesusahannya di atasnya, batu itu dapat menanggung semuanya. Mereka dapat membangun di atasnya dengan ketenteraman yang sempurna. Kristus adalah sebuah "batu yang telah diuji." Mereka yang percaya pada-Nya, tidak pernah dikecewakan-Nya. Ia telah menanggung setiap ujian. Ia telah menderita tekanan kesalahan Adam, dan kesalahan keturunannya, dan telah berhasil sebagai pemenang atas kuasa kejahatan. Dia telah menanggung beban yang diletakkan di atasNya oleh setiap orang berdosa yang mau bertobat. Dalam Kristus hati yang merasa bersalah mendapat kelegaan. Ialah dasar yang teguh. Semua orang yang menjadikan Dia tempat bergantung dapat beristirahat dalam keamanan yang sempurna. Bagi mereka yang percaya, Kristus menjadi dasar yang pasti. Inilah orang-orang yang jatuh di atas Batu dan hancur. Penyerahan kepada Kristus dan irnan kepada-Nya dikemukakan di sini. Jatuh di atas Batu dan hancur artinya meninggalkan sifat membenarkan diri kita sendiri dan pergi kepada Kristus dengan kerendahan hati seorang anak, bertobat dari pelanggaran kita, dan percaya akan kasih-Nya yang mengampuni. Demikian juga oleh iman dan penurutan, kita mendirikan di atas Kristus sebagai dasar kita.


Di atas batu yang hidup ini, baik Yahudi maupun bukan Yahudi dapat membangun. Inilah satu-satunya dasar yang di atasnya kita dapat membangun dengan aman. Batu itu cukup lebar untuk semua orang, dan cukup kuat untuk menahan berat dan beban segenap dunia. Dan oleh hubungan dengan Kristus, semua orang yang membangun di atas dasar ini menjadi batu-batu yang hidup. Banyak orang dipahat, digosok dan diperindah dengan usaha mereka sendiri; tetapi mereka tidak dapat menjadi "batu-batu yang hidup, karena mereka tidak dihubungkan dengan Kristus--Alfa dan Omega, jld I 6, hlm. 223, 224.


Renungan Pagi  “Bersama Allah di Waktu Fajar”


25 Mei 2022


KITA AKAN MATI TERHADAP DOSA


"Ia sendiri telah memikul dosa kita di dalam tubuh-Nya di kayu salib, supaya kita, yang telah mati terhadap dosa, hidup untuk kebenaran. Oleh bilur-bilur-Nya kamu telah sembuh." – 1 Petrus 2: 24.


Satu hal penting bagi kita agar kita dapat menerima dan membagikan kasih Allah yang mengampuni itu adalah mengetahui dan memercayai kasih yang Dia miliki untuk kita. Setan sedang bekerja dengan setiap tipuan yang dapat dia perintahkan, agar kita tidak dapat melihat kasih itu. Dia akan memimpin kita untuk berpikir bahwa kesalahan-kesalahan dan pelanggaran-pelanggaran kita telah begitu menyusahkan sehingga Tuhan tidak akan menghargai doa-doa kita dan tidak akan memberkati dan menyelamatkan kita. Dalam diri kita tidak ada yang dapat kita lihat kecuali kelemahan, tidak ada yang merekomendasikan kita kepada Allah, dan setan mengatakan kepada kita bahwa itu tidak berguna; kita, tidak dapat memperbaiki cacat tabiat kita. Apabila kita coba datang kepada Allah, musuh itu akan berbisik, "Tidak ada gunanya engkau berdoa; bukankah engkau melakukan hal yang jahat itu? Bukankah engkau telah berdosa terhadap Allah dan melanggar hati nuranimu sendiri?" Tetapi kita boleh mengatakan kepada musuh itu bahwa "darah Yesus, Anak-Nya itu, menyucikan kita dari segala dosa." Apabila kita rasakan bahwa kita telah berdosa dan tidak bisa berdoa, itulah waktunya untuk berdoa. Mungkin kita merasa malu dan sangat hina, tetapi kita harus berdoa dan percaya. Pengampunan pendamaian dengan Allah, datang kepada kita, bukan sebagai suatu upah untuk pekerjaan, itu tidak diberikan karena kebaikan orang-orang berdosa, tetapi itu adalah suatu pemberian kepada kita, memperolehnya dalam kebenaran Kristus yang tak bernoda sebagai dasar untuk memberikan.


Jangan kita mencoba memperkecil kesalahan kita dengan memaafkan dosa. Kita harus menerima penilaian Allah terhadap dosa, dan itu sungguh berat. Hanya Golgota saja yang dapat mengatakan kehebatan dosa yang mengerikan itu. Jika kita harus menanggung kesalahan kita sendiri, itu akan menghancurkan kita. Tetapi Dia yang tidak berdosa telah mengambil tempat kita; walaupun tidak layak, Dia telah menanggung kejahatan kita--Khotbah di Atas Bukit, hlm. 130, 131.


Renungan Pagi  “Bersama Allah di Waktu Fajar”


24 Mei 2022


JIKA UMAT-KU MENCARI, AKU AKAN MENDENGAR


"Dan umat-Ku, yang atasnya nama-Ku disebut, merendahkan diri, berdoa dan mencari wajah-Ku, lalu berbalik dari jalan-jalannya yang jahat, maka Aku akan mendengar dari sorga dan mengampuni dosa mereka, serta memulihkan negeri mereka." – 2 Tawarikh 7: 14.


Tidak seorang pun dari rasul- rasul atau nabi-nabi yang pernah mengaku tidak mempunyai dosa. Orang yang hidup paling dekat dengan Allah, orang yang rela mengorbankan nyawanya gantinya berbuat kesalahan, orang yang dihormati Allah dengan terang dan kuasa Ilahi, telah mengakui sifatnya yang penuh dosa. Mereka tidak menaruh keyakinan dalam tubuhnya, tidak mengakui kebenaran dirinya sendiri. tetapi telah percaya dengan sepenuh hati dalam kebenaran Kristus. Demikianlah pula dengan semua orang yang memandang kepada Kristus.


Kita perlu menutupi segala sesuatu yang dapat mendorong kepada kecongkakan dan merasa diri kuat; oleh sebab itu kita harus waspada dalam memberi atau menerima pujian yang muluk-muluk. Adalah pekerjaan setan untuk melecehkan. Ia suka melecehkan serta menuduh dan menghakimi. Dengan demikian ia berusaha merusakkan jiwa. Orang yang memberi pujian kepada manusia digunakan setan sebagai alatnya. Hendaklah pekerja-pekerja Kristus menyimpan setiap kata pujian jauh dari diri mereka. Hendaklah diri itu dikeluarkan dari pandangan. Kristus saja yang harus ditinggikan. "Bagi Dia, yang mnengasihi kita dan yang telah melepaskan kita dari dosa kita oleh darah-Nya." Hendaklah setiap mata dan pujian setiap hati diarahkan ke atas.


Kehidupan di mana takut akan Tuhan didambakan tidaklah akan rnenjadi kehidupan yang sedih dan suram. Ketidakhadiran Kristuslah yang menjadikan wajah sedih dan kehidupan menjadi pengembaraan yang penuh keluh kesah. Orang yang dipenuhi dengan penghargaan terhadap diri dan cinta diri tidak merasakan persatuan pribadi yang hidup dengan Kristus. Tetapi Kristus yang tinggal dalam jiwa adalah suatu sumber kesukaan. Bagi semua orang yang menerima Dia, kunci inti dari Firman Allah adalah sukacita--Seri Membina Keluarga, jld. 5, hlm. 117, 118.




Renungan Pagi  “Bersama Allah di Waktu Fajar”


23 Mei 2022


TUHAN AKAN MENYEMBUHKAN KITA


"Mari, kita akan berbalik kepada TUHAN, sebab Dialah yang telah menerkam dan yang akan menyembuhkan kita, yang telah memukul dan yang akan membalut kita" – Hosea 6: 1.


Kasih yang dianugerahkan Tuhan kepada manusia seutuhnya adalah kuasa yang menghidupkan. Semua bagian penting-yaitu otak, jantung, dan susunan saraf-bekerja demi kesembuhan. Olehnya tenaga-tenaga tertinggi tubuh itu dirangsang untuk bekerja. Itu yang membebaskan jiwa dari kesalahan dan kesedihan, kesusahan dan kegelisahan yang menghancurkan kekuatan hidup. Olehnya timbullah ketenangan dan ketenteraman. Itu menanamkan kegembiraan dalam jiwa, kegembiraan yang tak dapat dimusnahkan oleh dunia- satu kegembiraan dalam Roh Kudus-yaitu kegembiraan yang memulihkan kesehatan dan memberikan kehidupan. Walaupun manusia telah mengakibatkan penderitaan kepada diri mereka sendiri karena perbuatan yang salah, Ia menyambut mereka dengan rasa iba. Di dalam Dia mereka dapat menemukan pertolongan. Ia akan melaksanakan perkara-perkara besar bagi mereka yang percaya kepada-Nya.


Walaupun dosa selama berabad-abad telah memperkuat cengkeramannya terhadap umat manusia, sekalipun melalui kepalsuan dan penipuan setan telah menutupi Firman Allah dengan bayangan gelap penafsirannya sehingga manusia meragukan kebaikan-Nya; namun kemurahan dan kasih Allah itu tidak berhenti mengalir ke dunia ini dengan arus yang besar. Sekiranya manusia mau membuka jendela jiwanya ke arah surga, dan menghargai karunia-karunia Ilahi ini, maka sifat-sifat baik yang menyembuhkan akan mengalir masuk dengan limpah--Seri Membina Keluarga, jld. 4, hlm. 94, 95.


Yesuslah yang menyembuhkan tubuh dan jiwa. Ia menaruh perhatian dalam segala jenis penderitaan yang terlihat oleh mata-Nya, dan kepada setiap penderita Ia membawa pertolongan, segala perkataan-Nya yang manis mengandung penawar yang menyembuhkan. Tidak seorang pun dapat mengatakan bahwa Ia telah mengadakan mukjizat; tetapi kebajikan-kuasa kasih yang menyembuhkan-keluar dari pada-Nya kepada orang-orang yang sakit dan yang susah. Demikianlah dengan cara yang tiada mencolok mata Ia bekerja bagi orang banyak sejak masa kecii-Nya sekalipun--Alfa dan Omega, jld. 5, hlm. 85.


Renungan Pagi “Bersama Allah di Waktu Fajar”


22 Mei 2022


HANYA AKUILAH  KESALAHANMU


"Pergilah menyerukan perkataan-perkataan ini ke utara, katakanlah: Kembalilah, hai Israel, perempuan murtad, demikianlah firman TUHAN. Muka-Ku tidak akan muram terhadap kamu, sebab Aku ini murah hati, demikianlah firman TUHAN, tidak akan murka untuk selama-lamanya. Hanya akuilah kesalahanmu, bahwa engkau telah mendurhaka terhadap TUHAN, Allahmu" – Yeremia 3: 12, 13.


Kadang-kadang kita menyesali akibat dari perbuatan jahat yang menimpa kita; tetapi ini bukanlah pertobatan. Penyesalan yang sesungguhnya akan dosa adalah akibat dari pekerjaan Roh Kudus. Roh Kudus menunjukkan hati yang tiada berterima kasih yang telah meremehkan dan mendukakan Juruselamat dan membawa kita kepada penyesalan ke kaki salib. Oleh tiap-tiap dosa, Yesus dilukai lagi; dan apabila kita memandang kepada-Nya yang telah kita tusuk, kita berdukacita karena dosa-dosa yang membawa kepedihan kepada-Nya. Dukacita yang demikian itu akan membawa kepada penolakan dosa.


Dunia mungkin berpendapat bahwa penyesalan ini satu kelemahan; tetapi itulah kekuatan yang mengikat orang yang bertobat kepada yang tidak terbatas dengan mata rantai yang tidak dapat diputuskan. Dinyatakannya bahwa malaikat-malaikat Allah membawa kembali kepada jiwa kemurahan yang telah hilang oleh kekerasan hati dan pelanggaran. Air mata orang-orang yang menyesal itu hanyalah tetesan hujan yang mendahului cahaya terang kemuliaan. Dukacita ini memaklumkan satu kesukaan yang akan menjadi satu pancaran hidup di dalam jiwa. Jika terbawa ke dalam ujian, kita tidak boleh gusar dan bersungut. Kita jangan melawan, atau menggelisahkan diri kita lepas dari pada tangan Kristus. Kita harus merendahkan jiwa di hadapan Allah. Cara-cara Tuhan itu kurang jelas bagi mereka yang ingin melihat sesuatu di dalam satu terang yang berkenan bagi dirinya sendiri. Cara-cara itu kelihatan suram dan tanpa kegembiraan kepada sifat kita manusia. Akan tetapi jalan Tuhan adalah jalan kemurahan dan akhirnya adalah keselamatan--Alfa dan Omega, jld. 5, hlm. 320, 321.


Renungan Pagi  “Bersama Allah di Waktu Fajar”


20 Mei 2022


PERTOBATAN PAULUS


"Perkataan ini benar dan patut diterima sepenuhnya: 'Kristus Yesus datang ke dunia untuk menyelamatkan orang berdosa,' dan di antara mereka akulah yang paling berdosa" – 1 Timotius 1: 15.


Sementara Saulus menyerahkan diri sepenuhnya kepada kuasa Roh Kudus yang meyakinkan, ia melihat kesalahan dari kehidupannya dan mengenal tuntutan-tuntutan yang luas dari hukum Allah. Ia yang menjadi orang Farisi yang sombong, yakin akan pembenaran oleh perbuatannya yang baik, sekarang tunduk di hadapan Allah dengan kerendahan dan kesederhanaan seorang anak kecil, mengaku ketidaklayakannya sendiri dan memohon jasa Juruselamat yang telah tersalib dan bangkit itu. Saulus rindu untuk datang ke dalam keselarasan sepenuhnya dan persatuan dengan Bapa dan Anak; dan di dalam kehebatan kerinduannya untuk keampunan dan penerimaan ia mempersembahkan permohonan yang sungguh-sungguh kepada takhta anugerah. Doa-doa orang Farisi yang hendak bertobat itu tidaklah sia-sia. Pikiran dan emosi hatinya yang paling dalam diubahkan oleh anugerah Ilahi; dan kecakapannya yang lebih mulia diselaraskan dengan maksud Allah yang kekal.


Pertobatan Saulus adalah bukti yang mencolok tentang kuasa yang ajaib dari Roh Kudus untuk meyakinkan manusia dari dosa. Ia percaya dengan sungguh-sungguh bahwa Yesus dari Nazaret telah meniadakan hukum Allah dan bahwa Ia telah mengajar murid-murid-Nya bahwa hal itu tidak lagi berpengaruh. Tetapi sesudah pertobatannya, Saulus mengakui Yesus sebagai seorang yang telah datang ke dalam dunia ini dengan maksud yang jelas untuk mempertahankan hukum Bapa-Nya. Ia diyakinkan bahwa Yesus adalah asal mula dari seluruh sistem pengorbanan Yahudi--Alfa dan Omega, jld. 7, hlm. 101, 102.


Yesus mungkin telah melakukan semua pekerjaan ini untuk Paulus secara langsung, tetapi ini bukanlah rencana-Nya. Paulus memiliki sesuatu yang harus dilakukan dalam bentuk pengakuan kepada orang-orang yang kehancurannya telah ia rencanakan, dan Allah memiliki pekerjaan untuk dilakukan orang-orang yang telah Dia tetapkan untuk bertindak menggantikan-Nya--Testimonies, jld. 3, hlm. 431, 432.


Renungan Pagi  “Bersama Allah di Waktu Fajar”


19 Mei 2022


PERTOBATAN ZAKHEUS


"Tetapi Zakheus berdiri dan berkata kepada Tuhan: 'Tuhan, setengah dari milikku akan kuberikan kepada orang miskin dan sekiranya ada sesuatu yang kuperas dari seseorang akan kukembalikan empat kali lipat'" – Lukas 19: 8.


Zakheus sangat terharu, heran, dan tidak dapat berkata apa-apa melihat kasih dan sifat kerendahan hati Kristus dalam hal merendahkan diri kepadanya yang tidak layak. Sekarang kasih dan kesetiaan kepada Tuhannya yang baru didapatnya itu membuka bibirnya. Ia akan mengumumkan pengakuan dan pertobatannya.


Sebelum Zakheus memandang wajah Kristus, ia sudah memulai pekerjaan yang membuktikan bahwa ia sudah benar-benar bertobat. Sebelum dituduh oleh manusia, ia sudah mengaku dosanya. Ia telah menyerah pada keyakinan oleh Roh Kudus, dan sudah mulai melakukan ajaran perkataan yang tertulis bagi orang Israel pada zaman dahulu dan bagi kita sendiri. Tuhan telah mengatakan lama sebelumnya, ... "Janganlah kamu merugikan satu sama lain, tetapi engkau harus takut akan Allahmu, sebab Akulah Tuhan, Allahmu." Perkataan ini telah diucapkan oleh Kristus Sendiri ketika Ia terselubung dalam tiang awan, dan sambutan Zakheus terhadap kasih Kristus ialah dalam menunjukkan belas kasihan terhadap orang miskin dan yang menderita. Pertobatan tidaklah sejati kalau tidak diikuti dengan pembaruan. Kebenaran Kristus bukannya sekadar jubah yang menutupi dosa yang tidak diakui dan tidak ditinggalkan, itulah prinsip kehidupan yang mengubah tabiat dan mengendalikan budi pekerti. Kesucian ialah hidup seluruhnya bagi Allah, itulah penyerahan hati dan kehidupan seluruhnya untuk didiami oleh prinsip-prinsip surga.


Jika kita telah melukai perasaan orang lain melalui transaksi perusahaan yang tidak benar, kita harus mengakui kesalahan kita, dan memberikan ganti rugi sedapat-dapatnya--Alfa dan Omega, jld. 6, hlm. 172-17 4.


Renungan Pagi  “Bersama Allah di Waktu Fajar”


18 Mei 2022


PERTOBATAN SALOMO


"Ketika aku meneliti segala pekerjaan yang telah dilakukan tanganku dan segala usaha yang telah kulakukan untuk itu dengan jerih payah, lihatlah, segola sasuatu adalah kesia-siaan dan usaha menjaring angin; memang tak ada keuntungan di bawah matahari." – Pengkhotbah 2:71.


Seolah-olah bangun dari sebuah mimpi, Salomo dengan cepat menjadi sadar mulai melihat kebodohannya di dalam terangnya yang benar. Disucikan dalam Roh, dengan pikiran dan jasmani yang lemah, ia berbalik dalam keadaan letih dan haus dari tempat air duniawi yang pecah, untuk sekali lagi ingin minum dari sumber air kehidupan. Pada akhirnya disiplin penderitaan menyelesaikan pekerjaan disiplin itu baginya. Telah lama ia dihantui oleh perasaan takut binasa oleh sebab ketidaksanggupannya berbalik meninggalkan kebodohan; tetapi sekarang ia melihat sinar pengharapan di dalam amaran yang diberikan kepadanya. Tuhan tidak memutuskan hubungan sama sekali, tetapi siap sedia untuk melepaskannya dari suatu perhambaan yang lebih kejam dari kubur, dan dari mana ia tidak mempunyai kuasa untuk melepaskan dirinya sendiri--Alfa dan Omega, jld. 3, hlm. 63.


Bukan saja bagi orang-orang muda, tetapi juga bagi orang-orang dewasa, dan bagi mereka yang sedang menuruni bukit kehidupan dan sedang menghadapi terbenamnya matahari kehidupan. Pengalaman hidup Salomo itu menjadi amaran. Kita melihat dan mendengar pergunjingan di antara orang-orang muda, orang-orang muda yang terombang-ambing antara yang benar dan yang salah, dan arus nafsu-nafsu yang jahat terbukti begitu kuat melanda mereka. Kita tidak melihat pergunjingan dan ketidaksetiaan ini di dalam diri mereka yang sudah agak dewasa, kita mengharapkan tabiat itu didirikan dengan asas-asas yang berakar kokoh. Akan tetapi hal ini tidak akan selalu demikian. Bertitik tolak dari contoh-contoh tersebut kita dapat mengetahui bahwa hanyalah dengan jalan berjaga-jaga dan berdoa orang-orang tua dan muda boleh selamat. Ketenangan tidak terletak pada kedudukan yang tinggi dan kesempatan-kesempatan yang besar. Orang-orang yang mengindahkan amaran dari kemurtadan Salomo akan menjauhkan diri dari pendekatan pertama dari dosa-dosa yang mengalahkannya. Hanyalah dengan penurutan terhadap tuntutan surga manusia akan terpelihara dari kemurtadan--Alfa dan Omega, jld. 3, hlm. 66-68.


Renungan Pagi  “Bersama Allah di Waktu Fajar”


17 Mei 2022


PERTOBATAN DAUD


"Sebab malapetaka mengepung aku sampai tidak terbilang banyaknya. Aku telah terkejar oleh kesalahanku, sahingga aku tidak sanggup melihat; lebih besar jumlahnya dari rambut di kepalaku, sahingga hatiku menyerah. Berkenanlah kiranya Engkau, ya TUHAN, untuk melepaskan aku; TUHAN, segeralah menolong aku!" –Mazmur 40:13, 14.


Di sepanjang generasi yang berikutnya, orang-orang kafir telah menunjuk kepada tabiat Daud yang ternoda itu, dan telah berseru dalam kemenangan dan cemoohan, "Inilah orang yang diperkenan Allah!" Tetapi sejarah tentang Daud tidak memberikan persetujuan kepada dosa. Pada waktu ia berjalan sesuai dengan nasihat Allah ia disebut sebagai seorang yang diperkenan Allah. Pada waktu ia berbuat dosa, maka hal ini tidak berlaku lagi kepadanya sampai oleh pertobatan ia berpaling kepada Tuhan. Sekalipun Daud bertobat dari dosanya dan diampuni serta diterima oleh Tuhan, ia telah menuai hasil yang amat mengerikan dari benih yang telah ditaburkannya sendiri. Hukuman ke atas dirinya dan ke atas isi rumahnya menyaksikan tentang rasa muak Allah terhadap dosa.


Allah bermaksud sejarah kejatuhan Daud itu akan berguna sebagai satu amaran bahwa sekalipun mereka yang telah diberkati dan dikasihi oleh Allah hendaknya jangan merasa aman dan melalaikan doa dan sikap waspada. Dan dengan demikian itu telah terbukti kepada mereka yang dengan rendah hati telah berusaha untuk mengambil pelajaran yang Allah mau berikan. Dari generasi ke generasi, ribuan orang telah dituntun dengan cara demikian untuk menyadari akan bahaya yang sedang mereka hadapi dari kuasa si penggoda itu. Pertobatan Daud sangat dalam dan sungguh-sungguh. Tidak ada usaha untuk mencari dalih atas kejahatannya. Tidak ada keinginan untuk melepaskan diri dari hukuman yang telah dinyatakan kepadanya, yang mendorong doanya itu. Tetapi ia melihat kejinya pelanggaran terhadap Allah; ia melihat noda pada jiwanya; ia merasa muak atas dosanya itu. Bukan hanya untuk keampunan saja ia berdoa, tetapi juga untuk kesucian hati--Alfa dan Omega, jld. 2, hlm. 390-394.





Renungan Pagi  “Bersama Allah di Waktu Fajar”


16 Mei 2022


PERTOBATAN NEHEMIA


"Tetapi Engkaulah yang benar dalam segala hal yang menimpa kami, karena Engkau berlaku setia dan kamilah berbuat fasik." –Nehemia 9: 33.


Diliputi dengan kesusahan, Nehemia tidak dapat makan maupun minum; ia "menangis dan berkabung dalam beberapa hari." Dalam kesedihannya ia berpaling kepada Penolong Ilahi. "Aku ... berdoa," katanya, "ke hadirat Allah semesta langit." Dengan ikhlas ia mengadakan pengakuan terhadap segala dosanya dan dosa bangsanya. Ia memohon supaya kiranya Allah menunjang pekerjaan Israel, mengembalikan keberanian dan kekuatan mereka, dan membantu mereka untuk membangun tempat-tempat yang sudah rusak di Yehuda.


Ketika Nehemia berdoa, iman dan keberaniannya bertambah kuat. Mulutnya penuh dengan alasan-alasan yang kudus. Berdoa seperti Nehemia berdoa pada saat kebutuhannya adalah suatu sumber yang dimiliki oleh orang Kristen di bawah keadaan bilamana bentuk-bentuk doa yang lain mungkin mustahil. Para pekerja keras dalam perjalanan hidup yang sibuk, hampir dikacaukan oleh berbagai kebingungan, dapat menyampaikan permohonan kepada Allah supaya mendapat bimbingan Ilahi. Dengan demikian orang-orang yang mengadakan perjalanan baik di laut maupun di darat, bilamana terancam bahaya yang besar, dapat menyerahkan diri mereka sendiri kepada perlindungan-Nya. Pada saat-saat kesukaran atau marabahaya yang datang tiba-tiba, hati dapat menyampaikan seruannya kepada Dia yang telah berjanji sendiri untuk datang memberikan pertolongan kepada umat- Nya yang setia dan percaya bilamana mereka berseru memohon pertolongan kepada-Nya. Dalam setiap peristiwa, di bawah setiap keadaan, atau yang ditimpa pencobaan dengan sengit, dapat memperoleh jaminan, pertolongan, dan bantuan di dalam kasih dan kuasa Allah yang selalu memenuhi janji-Nya yang tidak akan gagal.


Contoh perencanaan matang yang bijaksana dan tindakan yang pasti ini haruslah menjadi suatu pelajaran bagi semua orang Kristen. Anak-anak Allah bukan saja harus berdoa dalam iman, tetapi harus bekerja dengan rajin dan berhati-hati menjaga diri--Alfa dan Omega, jld. 4, hlm. 222- 225.


Renungan Pagi  “Bersama Allah di Waktu Fajar”


15 Mei 2022


PERTOBATAN EZRA


"Dan kataku: Ya Allahku, aku malu dan mendapat cela, sehingga tidak berani menengadahkan mukaku kepada-Mu, ya Allahku, karena dosa kami telah menumpuk mengatasi kepala kami dan kesalahan kami telah membubung ke langit." – Ezra 9: 6.


Kesusahan Ezra dan teman-temannya terhadap kejahatan yang telah merembes sampai ke dalam jantung pekerjaan Tuhan, mendatangkan pertobatan. Banyak dari mereka yang telah berbuat dosa sangat terkesan. Pada suatu batas tertentu mereka mulai menyadari kengerian dosa dan keseraman dalam pemandangan Allah. Mereka melihat kesucian hukum yang diucapkan di Sinai, dan banyak yang gemetar saat memikirkan pendurhakaan mereka.


Ini adalah permulaan suatu pembaruan yang ajaib. Dengan kesabaran yang tidak terbatas dan akal budi, dan dengan pertimbangan yang berhati-hati demi kebenaran dan kesejahteraan yang dipikirkan setiap orang, Ezra dan teman-temannya berjuang untuk memimpin Israel yang tegar tengkuk ke dalam jalan yang benar. Lagi pula di atas segala- galanya, Ezra adalah seorang guru dalam bidang hukum; dan ketika ia memberikan perhatian pribadi dalam memeriksa setiap perkara, ia berusaha untuk memengaruhi orang banyak dengan kesucian hukum ini dan berkat yang akan diperoleh melalui penurutan.


Pada zaman ini di dunia, bilamana setan sedang berusaha melalui wakil-wakil yang berlipat ganda, untuk membutakan mata pria dan wanita terhadap ikatan tuntutan hukum Allah, maka ada kebutuhan akan orang-orang yang dapat menyebabkan banyak orang "gemetar karena perintah Allah kita." Ada kebutuhan akan para pembaru sejati, yang akan mengarahkan para pelanggar kepada Pemberi hukum yang besar itu dan mengajar mereka bahwa "Taurat TUHAN itu sempurna dan menyegarkan jiwa."


Ada kebutuhan akan orang-orang yang hebat dalam Kitab Suci, orang- orang yang setiap perkataan dan perbuatannya meninggikan undang-undang TUHAN, orang-orang yang berusaha menguatkan iman. Guru-guru dibutuhkan, ya, begitu banyak, yang akan mengilhami hati dengan penghormatan dan kasih terhadap Kitab Suci--Alfa dan Omega, jld. 4, hlm. 215-217.


Renungan Pagi  “Bersama Allah di Waktu Fajar”


13 Mei 2022


SAYA TIDAK AKAN MEMBERONTAK LAGI


"Tetapi kalau seseorang berkata kepada Allah: Aku telah menyombongkan diri, tetapi aku tidak akan lagi berbuat jahat; apa yang tidak kumengerti, ajarkanlah kepadaku; jikalau aku telah berbuat curang, maka aku tidak akan berbuat lagi." –Ayub 34: 31,32.


Datang dengan sepenuh hati kepada Yesus. Bertobatlah dari dosa-dosamu, buatlah pengakuan kepada Allah, tinggalkan semua kesalahan, dan engkau mungkin layak untuk menerima semua janjiNya bagi dirimu. Saat yang mengerikan itu akan datang di mana kecaman dan murka Allah akan diucapkan terhadap semua yang telah bertahan dalam ketidaksetiaan mereka kepada-Nya. Ini akan terjadi ketika Allah harus berbicara dan melakukan hal-hal yang mengerikan dalam kebenaran melawan para pelanggar hukum-Nya. Tetapi engkau tidak perlu berada di antara mereka yang akan datang di bawah murka Allah. Sekarang adalah hari keselamatan-Nya. Terang dari salib Kalvari sekarang bersinar terang benderang, menyatakan Yesus, korban karena dosa-dosa kita. Saat engkau membaca janji-janji yang telah saya berikan di hadapanmu, ingatlah bahwa itu merupakan ungkapan cinta dan belas kasihan yang tak tergoyahkan. Hati yang agung dari cinta yang tak terbatas ditarik ke arah orang berdosa dengan belas kasih yang tak terbatas. "Kita memiliki penebusan melalui darah-Nya, yaitu pengampunan atas dosa-dosa kita."


Ya, hanya percayalah bahwa Allah adalah penolongmu. Dia ingin memulihkan citra moral-Nya dalam diri manusia. Saat engkau mendekat kepada-Nya dengan pengakuan dan pertobatan, Dia akan mendekat kepadamu dengan belas kasihan dan pengampunan. Kami berutang segalanya kepada Allah. Dia adalah pencipta keselamatan kita--Testimonies, jld. 5, hlm. 634, 635.


Engkau sudah mengakui dosa-dosamu dan membuangnya jauh-jauh dari dalam hatimu. Engkau telah bertekad memasrahkan dirimu kepada Allah. Sekarang datanglah kepada-Nya dan mintalah Dia membasuh dosa-dosamu serta memberi hati yang baru bagimu. Lalu yakinlah bahwa Dia melakukan ini karena Dia telah menjanjikannya. Inilah pelajaran yang telah diajarkan Yesus ketika masih berada di atas dunia ini, bahwa pemberian yang dijanjikan Allah kepada kita, haruslah kita percayai sepenuhnya dan kita terima, maka itu akan menjadi milik kita--Kebahagiaan Sejati, hlm. 62.


Renungan Pagi  “Bersama Allah di Waktu Fajar”


12 Mei 2022


JANGAN TEGAR TENGKUK, BERSERAHLAH


"Sekarang, janganlah tegar tengkuk seperti nenek moyangmu. Serahkanlah dirimu kepada TUHAN dan datanglah ke tempat kudus yang telah dikuduskan-Nya untuk selama-lamanya, serta beribadahlah kepada TUHAN, Allahmu, supaya murka-Nya yang menyala-nyala undur dari padamu." –2 Tawarikh 30: 8.


Jika mereka yang menyembunyikan dan memaafkan kesalahan, mereka dapat melihat bagaimana setan bersukaria atas mereka, bagaimana ia mencela Kristus dan malaikat-malaikat suci karena perbuatan-perbuatan mereka, mereka akan segera mengakui dan membuangkan dosa-dosa mereka. Melalui cacat-cacat tabiat, setan bekerja untuk menguasai seluruh pikiran, dan ia tahu bahwa jika cacat-cacat ini dipelihara, maka ia akan berhasil. Oleh sebab itu, ia terus berusaha menipu pengikut-pengikut Kristus dengan tipu muslihatnya yang berbahaya sehingga mustahil bagi mereka mengalahkannya. Tetapi Yesus memohon demi pengikut-pengikut-Nya dengan tangan-Nya yang luka dan dengan tubuh-Nya yang memar. Dan Ia menyatakan kepada semua yang mau mengikut Dia, "Cukuplah kasih karunia-Ku bagimu." Kalau begitu, janganlah seorang pun menganggap bahwa cacat-cacat mereka tidak bisa disembuhkan. Allah akan mengaruniakan iman dan rahmat untuk mengalahkan cacat-cacat itu.


Kita sekarang hidup pada hari pendamaian yang besar. Dalam acara di bait suci dunia, sementara imam besar mengadakan pendamaian bagi orang-orang Israel, semua diharuskan merendahkan diri mereka oleh pertobatan dari dosa dan merendahkan diri di hadirat Tuhan agar mereka tidak dipisahkan dari antara umat itu. Dengan cara yang sama, semua yang mau agar namanya tetap tertulis di dalam kitab kehidupan, sekarang harus, dalam hari-hari terakhir masa percobaan itu merendahkan diri mereka di hadirat Allah oleh menyesali dosa-dosa dan bertobat dengan sungguh-sungguh. Harus ada penyelidikan hati yang sungguh-sungguh dan mendalam. Roh sembrono dan menganggap enteng yang dimanjakan oleh banyak yang mengaku Kristen harus ditinggalkan. Ada peperangan yang sungguh-sungguh yang harus dihadapi semua orang yang mau mengalahkan kecenderungan-kecenderungan jahat yang mau menguasainya--Alfa dan Omega, jld. 8, hlm. 512, 513.


Renungan Pagi  “Bersama Allah di Waktu Fajar”


02 Mei 2022


ENGKAU TELAH MENJUAL DIRIMU


"Sebab beginilah firman TUHAN: Kamu dijual tanpa pembayaran, maka kamu akan ditebus tanpa pembayaran juga" –Yesaya 52: 3.


Dosa bukan saja menutup jalan kepada Allah, tetapi di dalam jiwa manusia membinasakan keinginan dan kebutuhan mencari Dia. Oleh dosa, seluruh bagian tubuh manusia menjadi sakit, pikiran menyeleweng, pemikiran menjadi jahat, kemampuan jiwa menjadi berkurang. Terjadi ketiadaan agama yang sejati dalam hati yang suci. Kuasa bertobat dari Allah tidak dimanfaatkan untuk mengubah tabiat. Jiwa menjadi lemah, dan karena kekurangan akan kekuatan moral supaya menang, jiwa telah kotor dan najis--Afa dan Omega, jld. 3, hlm.192.


Kita perlu memahami pokok persoalan lebih jelas dari yang kita sudah ketahui dalam peperangan besar di mana kita sedang terlibat. Kita perlu memahami lebih dalam tentang nilai kebenaran Firman Allah dan akan bahayanya membiarkan pikiran dialihkan dari padanya oleh si penipu ulung itu.


Nilai yang tak terhingga dari pengorbanan yang diperlukan bagi penebusan kita menyatakan fakta bahwa dosa adalah kejahatan besar. Karena dosa, seluruh organisme manusia berantakan, pikiran kacau, imajinasi tercemar. Dosa telah memerosotkan kesanggupan jiwa. Godaan-godaan dari luar mendapat sambutan dalam hati, dan kaki melangkah ke dalam kejahatan tanpa terasa.


Sebagaimana pengorbanan bagi kita disempurnakan, begitu juga pemulihan kita dari kekejian dosa harus sempurna. Tidak ada tindakan kejahatan yang diampuni hukum Allah; tidak ada ketidaksalehan yang luput dari hukumannya. Etika Kitab Suci tidak mengenal standar kecuali kesempurnaan tabiat Ilahi. Hidup Yesus ialah kegenapan yang sempurna dari setiap prinsip hukum--Seri Membina Keluarga, jld. 4, hlm. 415, 416.


Renungan Pagi  “Bersama Allah di Waktu Fajar”


01 Mei 2022


SEMUA ORANG TELAH TERSESAT


"Kita sekalian sesat seperti domba, masing-masing kita mengambil jalannya sendiri, tetapi TUHAN telah menimpakan kepadanya kejahatan kita sekalian" –Yesaya 53: 6.


Apa pun kecemasan dan pergumulanmu, bentangkan masalahmu di hadapan Tuhan. Jiwamu akan disegarkan agar memiliki daya tahan. Jalan akan dibukakan bagimu guna melepaskan dirimu dari rasa malu dan kesukaran. Semakin lemah dan tak berdaya engkau menyadari dirimu, akan semakin kuatlah engkau di dalam kekuatanNya. Semakin berat bebanmu, semakin membahagiakan kelegaan dengan menyerahkan semua itu kepada Pemikul Bebanmu. Keadaan bisa memisahkan sahabat; gelombang samudera luas yang bergelora bisa menerpa di antara kita dan mereka. Namun tidak ada keadaan, tidak ada jarak, yang dapat memisahkan kita dari Yesus. Di mana saja kita berada, Ia berada di samping kanan kita, untuk menopang, memelihara, menegarkan dan menggembirakan kita. Lebih besar dari kasih seorang ibu kepada anaknya adalah kasih Yesus kepada umat-Nya. Adalah hak istimewa kita untuk beristirahat dalam kasih-Nya, dengan mengatakan, "Aku akan menaruh percaya kepada-Nya karena Ia telah memberikan nyawa-Nya bagiku." Kasih 

manusia bisa berubah, namun kasih Yesus tak kenal berubah. Bila kita berseru kepada-Nya meminta pertolongan, tangan-Nya terulur untuk menyelamatkan- Seri Membina Keluarga, jld. 4, hlm. 56, 57.


Janganlah pernah merasa bahwa Yesus jauh dari padamu. Ia senantiasa dekat. Hadirat-Nya yang indah itu mengelilingimu .... Ia ingin agar engkau bukan hanya menjamah jubah-Nya, tetapi berjalan bersama Dia dalam hubungan yang tetap--Seri Membina Keluarga, jld. 4, hlm. 67.


Renungan Pagi  “Bersama Allah di Waktu Fajar”


29 April 2022


JAUHILAH SEMUANYA ITU


"Tetapi engkau hai manusia Allah, jauhilah semuanya itu, kejarlah keadilan, ibadah, kesetiaan, kasih, kesabaran dan kelembutan" –Timotius 6: 11.


Waktu kita sekarang ini singkat. Kita hanya sekali melewati dunia ini; sementara kita berjalan, marilah kita memanfaatkan hidup itu sebaik-baiknya. Tugas terhadap mana kita dipanggil tidak menuntut kekayaan atau kedudukan sosial maupun kesanggupan yang besar. Tugas itu hanya menuntut roh penyangkalan diri, pengorbanan dan tujuan yang teguh. Sebuah lampu, betapapun kecilnya, kalau dijaga tetap menyala akan dapat dijadikan sarana untuk menyalakan banyak lampu yang lain. Lingkaran pengaruh kita mungkin kelihatan sempit, kemampuan kita kecil, kesempatan kita sedikit, perolehan kita terbatas; namun kita memiliki kemungkinan yang luar biasa melalui penggunaan dengan setia akan kesempatan dari rumah tangga kita. Kalau kita mau membuka hati dan rumah kita terhadap prinsip Ilahi tentang kehidupan, maka kita akan menjadi saluran arus kuasa yang memberi kehidupan. Dari rumah kita akan mengalir arus penyembuhan, yang membawa hidup dan keindahan serta buah-buah, yang sekarang ini kering dan tandus--Seri Membina Keluarga, jld. 4, hlm. 322.


Banyak orang yang menyebutkan dirinya umat Allah tidak lebih daripada hanya manusia moralis. Mereka telah menolak pemberian satu- satunya yang menyanggupkan mereka untuk menghormati Kristus dengan mewakili Dia ke dunia ini. Pekerjaan Roh Kudus bagi mereka merupakan suatu pekerjaan yang aneh. Mereka bukanlah pelaku sabda itu. Prinsip-prinsip surga yang membedakan orang yang bersatu dengan Kristus dengan orang yang bersatu dengan dunia hampir- hampir tidak dapat dibedakan. Orang-orang yang mengaku sebagai pengikut Kristus bukan lagi umat yang terpisah dan asing. Garis pembatasan tidak jelas...Kebenaran Kristus tidak akan menutupi satu dosa yang didambakan....Setiap tindakan dihakimi oleh motif yang menggerakkannya. Hanya perkara yang sesuai dengan prinsip-prinsip hukum Allah akan berdiri pada masa pehukuman--Seri Membina Keluarga, jld. 4, hlm. 242.


Renungan Pagi  “Bersama Allah di Waktu Fajar”


28 April 2022


BUANGLAH KEBODOHAN


"Buanglah kebodohan, maka kamu akan hidup, dan ikutilah jalan pengertian" – Amsal 9: 6.


Keabadian membentang di depan kita. Tirai akan segera dibuka. Kita yang menempati posisi yang khusyuk dan bertanggung jawab ini, apa yang kita lakukan, apa yang kita pikirkan, bahwa kita berpegang teguh pada sifat egois kita dan mencari kemudahan, sementara jiwa-jiwa binasa di sekitar kita? Sudahkah hati kita menjadi tidak berperasaan sama sekali? Tidak dapatkah kita merasakan atau memahami bahwa kita memiliki pekerjaan yang harus dilakukan untuk keselamatan orang lain? Saudara sekalian, apakah engkau dari golongan yang memiliki mata tetapi tidak melihat, dan memiliki telinga yang tidak mendengar? Apakah sia-sia bahwa Allah telah memberi kepadamu pengetahuan tentang kehendak- Nya? Apakah sia-sia bahwa Dia telah mengirim kepadamu peringatan demi peringatan? Apakah engkau percaya pernyataan kebenaran kekal tentang apa yang akan terjadi di bumi, apakah engkau percaya bahwa penghakiman Allah sedang berlangsung atas setiap orang, dan dapatkah engkau tetap duduk dengan tenang, malas, ceroboh, bersenang-senang?


Sekarang bukan waktunya bagi umat Allah untuk mencari kesenangan mereka atau menimbun harta mereka di dunia. Waktunya tidak lama lagi, ketika, seperti murid-murid Kristus terdahulu, kita akan dipaksa untuk mencari perlindungan di tempat-tempat terpencil dan sunyi. Karena pengepungan Yerusalem oleh tentara Romawi adalah tanda untuk melarikan diri bagi orang Kristen di Yudea, maka asumsi kekuasaan di pihak bangsa kita, dalam dekret yang memberlakukan Sabat kepausan, akan menjadi peringatan bagi kita. Ini akan menjadi saat yang tepat untuk meninggalkan kota-kota besar, persiapan untuk meninggalkan kota-kota kecil ke tempat-tempat terpencil di tempat-tempat terpencil di antara pegunungan. Dan sekarang, daripada mencari tempat tinggal yang mahal di sini, kita harus bersiap untuk pindah ke negeri yang lebih baik, negeri surgawi--Testimonies, jld. 5, hlm. 464, 465.


Renungan Pagi  “Bersama Allah di Waktu Fajar”


27 April 2022


JANGANLAH MENJADI SERUPA DENGAN DUNIA


"Janganlah kamu menjadi serupa dengan dunia ini, tetapi berubahlah oleh pembaharuan budimu, sehingga kamu dapat membedakan manakah kehendak Allah: apa yang baik, yang berkenan kepada Allah dan yang sempurna" – Roma 12: 2.


Banyak di antara orang-orang yang mengaku umat Allah yang aneh sangat mirip dengan dunia sehingga karakter mereka yang khas tidak terlihat dan sulit untuk membedakan "antara yang melayani Allah dan yang tidak melayani Dia." Tuhan akan melakukan hal-hal besar bagi umat-Nya, jika mereka mau keluar dari dunia dan terpisah darinya. Jika mereka mau tunduk untuk dipimpin oleh-Nya, Dia akan membuat mereka menjadi ujian di seluruh bumi.


Kata Saksi Sejati, "Aku tahu pekerjaanmu." Malaikat Allah yang melayani mereka yang akan menjadi ahli waris keselamatan, mengetahui kondisi semua, dan memahami ukuran iman yang dimiliki oleh etiap individu. Ketidakpercayaan, kesombongan, ketamakan, dan cinta dunia, yang ada di hati orang-orang yang mengaku umat Allah, telah mendukakan para malaikat yang tidak berdosa. Sebagaimana mereka telah melihat bahwa dosa-dosa yang pedih dan sambong ada di hati banyak orang yang mengaku pengikut Kristus, dan bahwa Allah telah dihina oleh arah mereka yang tidak konsisten dan bengkok, mereka telah menyebabkan Dia menangis. Namun mereka yang paling bersalah, adalah mereka yang menyebabkan kelemahan terbesar di gereja, dan menodai pengakuan suci mereka, tampaknya mereka tidak khawatir, tetapi merasa bahwa mereka berkembang di dalam Tuhan--Testimonies, jld. 2, hlm. 125.


Bilamana kita, atas pilihan sendiri, menempatkan diri kita dalam suasana duniawi dan tidak percaya, kita menyusahkan hati Allah dan mengusir malaikat- malaikat suci dari rumah tangga kita. Mereka yang mencari kekayaan dan kehormatan duniawi buat anak-anak mereka dengan mengorbankan perkara-perkara yang baka akan mendapati kelak pada akhirnya bahwa keuntungan-keuntungan ini adalah satu kerugian yang besar.... Pusaka yang dijanjikan Allah kepada umat-Nya tidak terdapat di dalam dunia ini--Alfa dan Omega, jld. 1, hlm. 191.



Renungan Pagi  “Bersama Allah di Waktu Fajar”


26 April 2022


KUASAILAH DIRIMU SENDIRI


"Terjagalah dan bangunlah membela hakku, membela perkaraku, ya Allahku dan Tuhanku!" – Mazmur 35: 23.


Jika kita ingin melarikan diri dari pengalaman sakit. kit a harus mulai dengan sungguh-sungguh tanpa penundaan untuk mengerjakan keselamatan kita sendiri dengan rasa takut dan gentar. Ada banyak orang yang tidak memberikan bukti pasti bahwa mereka setia pada janji baptis mereka. Semangat mereka didinginkan oleh formalitas, ambisi duniawi, kesombongan, dan cinta diri. Kadang-kadang perasaan mereka diaduk, tetapi mereka tidak jatuh ke Batu Karang, Yesus Kristus. Mereka tidak datang kepada Tuhan dengan hati yang hancur dalam pertobatan dan pengakuan. Mereka yang mengalami pekerjaan pertobatan sejati di dalam hati mereka akan menyatakan buah Roh dalam hidup mereka. Wahai mereka yang memiliki sedikit kehidupan rohani akan menyadari bahwa kehidupan kekal dapat diberikan hanya kepada mereka yang mengambil bagian dalam kodrat Ilahi, dan melarikan diri dari kerusakan yang ada di dunia melalui nafsu!


Kuasa Kristus saja yang dapat mengerjakan perubahan dalam hati dan pikiran yang dapat dialami oleh setiap orang yang turut ambil bagian dalam hidup baru bersama-Nya di kerajaan surga--Testimonies, jld. 9, hlm. 155, 156.


Ada semangat yang berisik, tanpa maksud atau tujuan, yang tidak sesuai dengan pengetahuan, yang buta dalam tindakannya dan menghasilkan kerusakan. Ini bukan semangat Kristiani. Semangat Kristen dikendalikan oleh prinsip, dan tidak gegabah. Itu sungguh-sungguh, dalam, dan kuat, melibatkan seluruh jiwa, dan membangkitkan untuk menjalankan kepekaan moral. Keselamatan jiwa dan kepentingan kerajaan Allah adalah hal yang paling penting. Objek apakah yang membutuhkan kesungguhan yang lebih besar daripada keselamatan jiwa dan kemuliaan Tuhan?--Testimonies, jld. 2, hlm. 232.


Renungan Pagi  “Bersama Allah di Waktu Fajar”

25 April 2022


JAUHI KEJAHATAN


"Janganlah menempuh jalan orang fasik, dan janganlah mengiuti jalan orang jahat. Jauhilah jalan itu, janganlah melaluinya, menyimpanglah dari padanya dan jalanlah terus" – Amsal 4: 14,15.


Dalam memilih teman, harus berhati-hati agar tidak terpengaruh dengan orang yang kehidupannya tidak patut ditiru; karena keintiman seperti itu akan menuntun mereka menjauh dari Allah, dari ibadah, dan kasih akan kebenaran. Sangatlah berbahaya bagimu untuk dekat dengan sahabat yang tidak memiliki pengalaman keagamaan...Pertimbangan untuk masa kekekalan haruslah diutamakan. Tidak ada yang lebih berbahaya kepada pikiran, dan juga sangat kuat menghapus kesan yang serius, serta pengaruh Roh Kudus, selain persahabatan dengan mereka yang hidup tidak bijaksana dan sembrono, yang percakapannya bersifat duniawi dan sia-sia. Semakin menarik orang-orang ini dalam hal lain, semakin berbahaya pengaruh mereka sebagai teman, karena mereka melakukan kehidupan yang tidak beragama dengan begitu banyak atraksi yang menyenangkan--Testimonies, jld. 3, hlm. 42, 43.


Seperti halnya Israel, orang-orang Kristen sering menyerah kepada pengaruh duniawi, dan menyelaraskan diri kepada prinsip-prinsip dan adat kebiasaannya, agar dapat memperoleh persahabatan dari orang-orang yang tidak bertuhan itu; tetapi pada akhirnya akan didapati bahwa orang-orang yang mengaku sahabat ini adalah musuh yang paling berbahaya. Alkitab dengan jelas mengajarkan bahwa tidak akan ada keselarasan antara umat Allah dengan dunia ini ....Setan bekerja melalui orang-orang yang tidak bertuhan, di bawah jubah persahabatan yang pura-pura, untuk memperdayakan umat Allah ke dalam dosa, agar ia dapat memisahkan mereka dari Dia; dan apabila pertahanan mereka sudah diangkat, barulah ia akan menuntun alat-alatnya itu supaya berpaling melawan mereka, dan berusaha menghancurkan mereka--Alfa dan Omega, jld. 2, hlm. 183.


Renungan Pagi  “Bersama Allah di Waktu Fajar”


24 April 2022


PERHATIKAN PERKATAAN-KU


"Oleh sebab itu, hai anak-anak, dengarkanlah aku, perhatikanlah perkataan mulutku. Janganlah hatimu membelok ke jalan-jalan perempuan itu, dan janganlah menyesatkan dirimu di jalan-jalannya" – Amsal 7: 24,25.


Kegembiraan Juruselamat ialah mengangkat dan menebus manusia yang sudah jatuh ke dalam dosa. Karena inilah Dia tidak memedulikan nyawa-Nya, melainkan memikul salib tanpa mengindahkan malu. Demikian pula para malaikat turut bekerja demi kebahagiaan orang-orang lain. Inilah kegembiraan mereka. Apa yang dianggap orang yang hanya mementingkan dirinya saja sebagai pekerjaan yang hina, melayani orang-orang yang hina dina, adalah pekerjaan para malaikat yang tidak berdosa itu. Roh kasih pengorbanan diri Kristus sendiri adalah roh yang mengisi surga dan menjadi inti kebahagiaan. Inilah Roh yang akan dimiliki pengikut-pengikut Kristus, inilah pekerjaan yang akan mereka kerjakan.


Apabila kasih Kristus tersimpan di dalam hati, bagai aroma yang harum maka itu tidak akan dapat tersembunyikan. Pengaruh yang suci akan dapat dirasakan semua orang yang bergaul dengan kita. Roh Kristus yang ada di dalam hati bagaikan sebuah mata air di padang belantara, yang mengalir untuk menyegarkan segalanya, dan membuat orang-orang yang hampir mati jadi rindu meminum air kehidupan itu--Kebahagiaan Sejati, hlm. 86, 87.


Kehendak manusia yang tidak dibantu itu tak akan memiliki kuasa yang nyata untuk menolak dan mengalahkan kejahatan. Pertahanan jiwa sudah dipatahkan. Manusia tidak mempunyai perlindungan terhadap dosa. Sekali ketahanan Firman Allah dan Roh-Nya ditolak, kita tidak tahu sampai sedalam mana seseorang bisa tenggelam--Seri Membina Keluarga, jld. 4, hlm. 391.


Kalau kita mau belajar tentang Kristus, kita harus berdoa sebagaimana para rasul berdoa pada waktu Roh Kudus dicurahkan ke atas mereka. Kita memerlukan baptisan Roh Allah. Kita tidak aman barang sesaat pun kalau kita gagal menuruti Firman Allah--Dasar-Dasar Pendidikan, hlm. 575.


Renungan Pagi  “Bersama Allah di Waktu Fajar”


22 April 2022


BERSIKAPLAH TERHORMAT


"Janganlah membalas kejahatan dengan kejahatan; lakukanlah apa yang baik bagi semua orang!" – Roma 12: 17.


Hidup itu adalah menuruti tata tertib. Selama di dunia, orang Kristen akan menghadapi pengaruh yang merugikan. Akan ada provokasi untuk menguji amarah; dan dengan menghadapinya dalam semangat yang benarlah maka rahmat Kristen dikembangkan. Jika luka dan hinaan ditanggung dengan lemah lembut, jika kata-kata yang menghina ditanggapi dengan jawaban yang lembut dan tindakan yang menindas dengan kebaikan, ini adalah bukti bahwa Roh Kristus tinggal di dalam hati, getah dari pokok anggur yang hidup mengalir ke cabang-cabang. Kita berada di sekolah Kristus dalam kehidupan ini, di mana kita harus belajar untuk menjadi lemah lembut dan rendah hati; dan pada hari penghakiman terakhir kita akan melihat bahwa semua rintangan yang kita hadapi, semua kesulitan dan gangguan yang harus kita tanggung, adalah pelajaran praktis dalam penerapan prinsip-prinsip kehidupan Kristen. Jika bertahan dengan baik, mereka mengembangkan karakter seperti Kristus, dan membedakan orang Kristen dari orang duniawi.


Ada standar yang tinggi untuk dicapai jika kita mau menjadi anak-anak Allah, mulia, murni, suci, dan tidak tercemar; dan proses pemurnian sangatlah berguna jika kita ingin mencapai standar ini. Bagaimana proses pemurnian ini selesai jika tidak ada kesukaran yang dihadapi, tidak ada tantangan yang menghadang, tidak ada kesulitan yang membutuhkan kesabaran dan ketekunan? Ujian bukanlah berkat terkecil dalam hidup. Mereka dirancang untuk menantang kita agar bertekad untuk berhasil. Kita harus menggunakannya sebagai sarana Tuhan untuk mendapatkan kemenangan yang diputuskan atas diri sendiri, gantinya menjadi penghalang, yang menindas dan menghancurkan kita--Testimonies, jld. 5, hlm. 344, 345.


Jikalau kejujuran merupakan suatu prinsip kehidupan bisnis yang penting, maka tidakkah kita harus mengakui kewajiban kita pada Allah-kewajiban yang menggarisbawahi setiap kewajiban lain?--Seri Membina Keluarga, jld. 3, hlm. 126


Renungan Pagi  “Bersama Allah di Waktu Fajar”


21 April 2022


JAUHILAH HAWA NAFSU


"Sebab itu jauhilah nafsu orang muda, kejarlah keadilan, kesetiaan, kasih dan damai bersama-sama dengan mereka yang berseru kepada Tuhan dengan hati yang murni" – 2 Timotius 2: 22.


Kita tidak memiliki waktu untuk disia-siakan. Kita tidak tahu berapa lama lagi pintu kasihan ditutup. Kekekalan ada di hadapan kita. Tirai segera akan dibuka. Kristus segera datang. Malaikat Allah berupaya menarik kita dari berbagai perkara dunia. Janganlah mereka bekerja dengan sia-sia. Bilamana Yesus berdiri di bilik yang maha suci, menanggalkan jubah keimamatan-Nya, dan mengenakan jubah pembalasan, maka pengumuman akan dikumandangkan, "Barangsiapa benar, biarlah ia terus berbuat kebenaran....Dan, lihat Aku datang segera; dan Aku membawa upah-Ku, untuk membalaskan kepada setiap orang menurut perbuatannya."


Badai akan datang, tanpa henti dalam amarahnya. Apakah kita siap untuk menghadapinya? Kita tidak perlu berkata, Bahaya hari-hari terakhir akan segera menimpa kita. Itu sudah datang. Kita sekarang membutuhkan pedang Tuhan untuk menusuk ke dalam jiwa dan sumsum dari nafsu daging, nafsu makan, dan hawa nafsu pikiran yang telah menyerah pada pemikiran yang perlu diubah. Pikiran harus berpusat pada Tuhan. Sekaranglah waktunya untuk mengerahkan upaya yang sungguh-sungguh untuk mengatasi kecenderungan alamiah dari hati duniawi. Upaya kita, penyangkalan diri kita, ketekunan kita, harus sebanding dengan nilai tak terbatas dari objek yang kita kejar. Hanya dengan menang sebagaimana Kristus menang, kita akan memenangkan mahkota kehidupan.


Kita harus berpaling dari seribu topik yang mengundang perhatian. Ada hal-hal yang menghabiskan waktu dan membangkitkan pertanyaan, tetapi tidak berakhir dengan apa-apa. Kepentingan tertinggi menuntut perhatian yang cermat dan energi yang terlalu sering diberikan pada hal-hal yang relatif tidak penting--Testimonies, jld. 8, hlm. 314-316.


Renungan Pagi  “Bersama Allah di Waktu Fajar”


20 April 2022


USAHAKANLAH


"Usahakanlah supaya engkau layak di hadapan Allah sebagai seorang pekerja yang tidak usah malu, yang berterus terang memberitakan perkataan kebenaran itu" – 2 Timotius 2: 15.


Orang-orang muda khususnya harus merasa bahwa mereka harus melatih pikiran mereka, dan menggunakan setiap kesempatan untuk menjadi cerdas, supaya mereka boleh memberikan pelayanan yang layak kepada Dia yang telah menyerahkan hidup-Nya yang sangat berharga bagi mereka. Dan janganlah seorang pun membuat kesalahan mengenai dirinya dengan menganggap dirinya cukup berpendidikan dan tidak perlu lebih lanjut belajar dari buku-buku dan dari alam.


Biarlah setiap orang memanfaatkan kesempatan dengan mana dalam pemeliharaan Allah dia menjadi orang yang berkenan di hadapan Allah, dan mendapat semua yang mungkin dalam wahyu dan ilmu pengetahuan. Kita harus belajar menempatkan perkiraan yang wajar pada kekuatan yang Allah telah berikan kepada kita. Kalau seorang pemuda harus mulai dari anak tangga yang paling bawah, janganlah dia kecewa, tetapi bertekadlah untuk menaiki setiap anak tangga sampai dia mendengar suara Kristus yang mengatakan, "Anakku, datanglah lebih tinggi. Baik sekali perbuatanmu itu, hai hambaku yang baik dan setia; engkau telah setia dalam perkara kecil, aku akan memberikan kepadamu tanggung jawab dalam perkara yang besar. Masuklah dan turutlah dalam kebahagiaan tuanmu"


Para pemuda dan pemudi, sudahkah engkau, sebagai pribadi-pribadi yang telah dibeli dengan harga yang tidak terbatas, berusaha belajar untuk menunjukkan dirimu berkenan bagi Allah, pekerja-pekerja yang tidak perlu malu? Sudahkah engkau membawa talenta-talenta suaramu yang berharga kepada Allah, dan berusaha sekuat tenaga untuk berbicara dengan jelas, jernih, dan mudah dimengerti? Tuhan, yang menciptakan manusia sempurna pada mulanya, akan menolong engkau memupuk kekuatan fisik dan mentalmu, dan membuat engkau layak sebagai pembawa beban dan tanggung jawab dalam pekerjaan Allah--Dasar-Dasar Pendidikan, hlm. 227-229.


Hidup tidak diberikan kepada kita untuk digunakan bermalas-malas atau bersenang-senang, tetapi kemungkinan-kemungkinan besar telah ditaruh di hadapan setiap orang yang mau mengembangkan kemampuan yang dikaruniakan Allah kepadanya--Dasar-Dasar Pendidikan, hlm. 44.


Renungan Pagi  “Bersama Allah di Waktu Fajar”


19 April 2022


MULIAKAN ALLAH


"Sebab kamu telah dibeli dan harganya telah lunas dibayar: Karena itu muliakanlah Allah dengan tubuhmu!" – 1 Korintus 6: 20.


Setiap pelajar perlu mengetahui hubungan antara hidup sederhana dan pemikiran yang luhur. Terserah kepada kita secara individu, untuk memutuskan apakah hidup kita akan dikendalikan oleh pikiran atau oleh tubuh. Orang muda haruslah, masing-masing untuk dirinya endiri, mengadakan pilihan yang membentuk hidupnya; dan tidak ada kesukaran yang disisakan agar ia dapat memahami kekuatan dengan mana ia menanganinya, serta pengaruh yang membentuk tabiat dan nasibnya.


Sifat tidak bertarak adalah musuh terhadap mana semua orang perlu waspada. Pertambahan yang cepat dan dahsyat kejahatan ini, haruslah membangunkan setiap orang yang mencintai bangsanya supaya turut berperang melawannya. Tetapi untuk memahami selengkapnya pengertian sifat tidak bertarak, kita harus menyelidiki lebih dalam lagi daripada sekadar penggunaan alkohol atau tembakau. Kemalasan, hidup tanpa tujuan, atau pergaulan jahat, mungkin merupakan penyebab yang memengaruhinya. Sering terdapat di meja makan, dalam keluarga yang menganggap diri mereka bertarak, segala jenis makanan yang mengacaukan pencernaan, yang menimbulkan kegembiraan pikiran yang tidak semestinya, atau dengan cara apa pun melemahkan sistem tubuh, merusak keseimbangan kuasa mental dan jasmani, melemahkan pengendalian pikiran atas tubuh, dengan demikian cenderung menjadi tidak bertarak. Kehancuran orang-orang muda yang penuh harapan dapat ditelusuri dari nafsu makan yang tidak normal, yang disebabkan oleh makanan yang tidak sehat--Seri Membina Keluarga, jld. 3, hlm. 185, 186.


Kadang-kadang, tanpa ragu- ragu, perhatian kepada rekreasi dan pendidikan jasmani sering mengganggu tugas rutin sekolah; akan tetapi gangguan itu bukan merupakan penghalang yang sesungguhnya. Dalam penguatan pikiran dan tubuh, pemupukan roh tidak mementingkan diri sendiri, dan hubungan erat yang terjalin antara murid dan guru oleh ikatan kepentingan bersama dan pergaulan yang akrab, penggunaan waktu dan usaha akan memperoleh hasil ratusan kali ganda--Seri Membina Keluarga, jld. 3, hlm. 319.


Renungan Pagi  “Bersama Allah di Waktu Fajar”


18 April 2022


JAGALAH HATIMU


"Jagalah hatimu dengan segala kewaspadaan, karena dari situlah terpancar kehidupan" – Amsal 4: 23.


Pendidikan hati jauh lebih penting daripada sekadar pelajaran dengan buku. Adalah baik bahkan penting untuk memperoleh pengetahuan dari dunia di mana kita hidup ini, tetapi kalau kita tidak memperhitungkan kekekalan, kita akan membuat satu kegagalan yang tak dapat kita tebus. Seorang pelajar boleh mengarahkan segenap kemampuannya untuk memperoleh pengetahuan; tetapi kecuali dia memiliki pengetahuan akan Allah, kecuali dia menurut hukum-hukum yang mengatur dirinya, maka dia akan membinasakan dirinya sendiri. Dengan kebiasaan-kebiasaan yang salah dia kehilangan kemampuan harga diri; dia kehilangan pengendalian diri. Dia tidak dapat berpikir dengan benar tentang hal-hal yang sangat menyangkut dirinya sendiri. Dia sembrono dan tidak rasional dalam pemeliharaan pikiran dan tubuhnya. Karena dia lalai menumbuhkan prinsip-prinsip yang benar, maka dia menjadi rusak bagi dunia sekarang ini maupun untuk dunia yang akan datang.


Sekiranya orang muda memahami kelemahannya sendiri, mereka akan menemukan kekuatan mereka di dalam Allah. Jika mereka mau diajar oleh-Nya, mereka akan menjadi bijaksana dalam hikmat-Nya, dan hidup mereka akan sarat dengan berkat bagi dunia ini. Tetapi kalau mereka menyerahkan pikiran mereka untuk pelajaran duniawi yang spekulatif belaka sehingga dengan demikian berpisah dari Allah, maka mereka akan kehilangan segala sesuatu yang memperkaya hidup--Seri Membina Keluarga, jld. 4, hlm. 414.


Masa depan masyarakat ditentukan oleh orang muda dan anak-anak sekarang ini, dan bagaimana keadaan orang muda dan anak-anak ini kelak tergantung pada rumah tangga. Dari kekurangan pengajaran rumah tangga yang benar dapat ditelusuri bagian yang lebih besar dari penyebab penyakit dan kesengsaraan serta kejahatan yang mengutuk manusia. Kalau kehidupan rumah tangga murni dan benar, jika anak-anak berasal dari pengasuhan rumah tangga itu sudah dipersiapkan untuk menghadapi tanggung jawab dan bahaya dalam kehidupan, betapa suatu perubahan akan tampak di dunia ini!--Seri Membina Keluarga, jld. 4, hlm. 319.


Renungan Pagi  “Bersama Allah di Waktu Fajar”

Minggu, 17 April


PERTIMBANGKAN LANGKAHMU


📖 Ayat Inti : Amsal 4:26

Tempuhlah jalan yang rata dan hendaklah tetap segala jalanmu


Keperluan dunia yang terbesar adalah keperluan akan manusia-manusia yang tidak dapat diperjualbelikan, manusia yang dalam jiwa raganya setia dan jujur, manusia yang tidak gentar menyebut dosa itu dosa, manusia yang angan-angan hatinya setia pada tugas seperti jarum menunjuk kutub, manusia yang akan berdiri demi kebenaran walaupun langit runtuh. Tetapi tabiat seperti itu bukankah hasil kebetulan, itu bukan hasil pilih kasih atau anugerah Tuhan. Suatu tabiat yang mulia adalah hasil disiplin diri, hasil penaklukan sifat yang rendah kepada yang luhur - penyerahan diri kepada pelayanan kasih bagi Allah dan manusia. 


Orang-orang muda perlu diberi kesan dengan kebenaran, bahwa bakat mereka bukanlah milik mereka sendiri. Kekuatan, waktu, kecerdasan, hanyalah harta yang dipinjamkan. Itu semua adalah milik Allah dan haruslah menjadi keputusan setiap orang muda untuk menggunakannya dengan sebaik-baiknya. Ia adalah suatu cabang, dari mana Allah mengharapkan buah; seorang penatalayan, yang modalnya terus bertambah; suatu terang untuk menerangi kegelapan dunia. Setiap orang muda, setiap anak, mempunyai satu pekerjaan yang harus dilakukan untuk menghormati Allah dan meninggikan manusia. ~ Seri Membina Keluarga, jld. 3, hlm. 53


Hanya setelah melihat diri kita yang tidak berdaya dan setelah meninggalkan rasa percaya diri sendiri, barulah kita dapat berpegang pada kuasa Ilahi. Bukan hanya pada permulaan kehidupan keagaman penyangkalan diri itu dilakukan. Pada setiap langkah menuju ke surga, hidup itu harus dibarui. Semua perbuatan kita yang baik bergantung pada satu kuasa di luar diri kita sendiri; karena itu perlu jangkauan hati yang terus menerus kepada Allah, satu pengakuan dosa yang sungguh dan senantiasa merendahkan jiwa di hadapan-Nya. ~ Seri Membina Keluarga, jld. 4,hlm. 419,420



Renungan Pagi  “Bersama Allah di Waktu Fajar”


16 April 2022


MULIAKAN DIA


"Muliakanlah TUHAN dengan hartamu dan dengan hasil pertama dari segala penghasilanmu, maka lumbung-lumbungmu akan diisi penuh sampai melimpah-limpah, dan bejana pemerahanmu akan meluap dengan air buah anggurnya" – Amsal 3: 9, 10.


Jika berkat Allah ada padamu karena engkau menyerahkan segalanya kepada-Nya, engkau akan berhasil. Jika engkau berpaling dari Allah, Dia akan berpaling dari padamu. Tangan-Nya dapat menceraiberaikan lebih cepat daripada usahamu mengumpulkan--Testimonies, jld. 2, hlm. 496.


Roh kedermawanan adalah roh surga. Roh ini mendapat pernyataan yang paling tinggi dalam pengorbanan Kristus di salib. Sebaliknya, roh kasih akan diri sendiri adalah roh setan. Prinsip yang digambarkan dalam kehidupan orang-orang duniawi adalah mendapat, mendapat. Jadi mereka mengharapkan untuk mendapat kebahagiaan dan kesenangan, tapi buah-buah dari apa yang mereka tabur adalah kemeloratan dan kematian.


Tidaklah sampai Allah berhenti memberkati anak-anak-Nya mereka akan berhenti mengembalikan kepada-Nya bagian yang Ia minta. Bukan saja mereka harus menyerahkan kepada Tuhan bagian yang menjadi milik-Nya, tetapi mereka harus membawa juga kepada perbendaharaan-Nya, sebagai persembahan terima kasih, pemberian yang limpah. Dengan hati yang gembira mereka harus menyerahkan kepada Khalik buah sulung dari kelimpahan mereka--harta yang terpilih, pelayanan mereka yang paling baik dan paling suci. Dengan demikian mereka akan memperoleh berkat-berkat yang limpah. Allah sendiri akan menjadikan jiwa mereka seperti suatu kebun yang diairi yang airnya tidak akan habis. Dan bila penuaian besar yang terakhir akan dikumpulkan, berkas-berkas yang mereka sanggup bawa kepada Tuhannya, akan menjadi pahala untuk pemakaian mereka yang tidak mementingkan diri sendiri dari talenta-talenta yang dipinjamkanNya kepada mereka--Seri Membina Keluarga, jld. 7, hlm. 286.


Tangan Tuhan bisa menjadikan makmur atau menahannya; dan Dia sering menahan dari yang satu sementara Dia tampaknya memberi kemakmuran kepada yang lain. Semua ini untuk menguji dan membuktikan, serta menyatakan hati setiap orang--Testimonies, jld. 3, hlm. 547.


Renungan Pagi  “Bersama Allah di Waktu Fajar”


15 April 2022


BERDIAM DIRILAH DI HADAPAN TUHAN


"Berdiam dirilah di hadapan TUHAN dan nantikanlah Dia; jangan marah karena orang yang berhasil dalam hidupnya, karena orang yang melakukan tipu daya" – Mazmur 37: 7.


Banyak orang, bahkan pada waktu kebaktian, tidak menerima berkat persekutuan yang sejati dengan Allah. Mereka itu terlalu tergesa-gesa. Dengan langkah yang terburu-buru mereka mendesak masuk ke dalam lingkaran hadirat Kristus yang mengasihi, mungkin berhenti sejenak pada batas-batas kesucian, tetapi tidak menunggu nasihat. Mereka tidak mempunyai waktu untuk tinggal dengan Guru Ilahi. Dengan masih memikul beban mereka kembali ke pekerjaan mereka.


Para pekerja ini tidak akan pernah memperoleh kemajuan sampai mereka mengetahui rahasia kekuatan. Mereka harus memberi diri mereka sendiri waktu untuk berpikir, berdoa, dan menunggu Allah memperbarui tenaga jasmani, pikiran dan rohani. Mereka memerlukan pengaruh Roh-Nya yang meninggikan. Dengan menerima ini, mereka akan diberi semangat oleh kehidupan yang segar. Tubuh yang lemah dan otak yang letih akan disegarkan kembali, hati yang berbeban berat akan diringankan--Seri Membina Keluarga, jld. 3, hlm. 246.


Sekali lagi saya katakan, bersukacitalah dalam Tuhan. Tinggal dalam-Nya. Engkau memerlukan kuasa-Nya, dan engkau dapat memiliki kuasa-Nya. Majulah dengan berani. Engkau mungkin saja dapat bersalah dalam penilaianmu, namun jangan lepaskan peganganmu dari Yesus. Dialah Hikmat itu, Dialah Terang itu, Dialah Kuasa itu. Dialah Batu Karang di padang gurun. Tinggallah dalam naungan-Nya. Engkau memerlukan hikmat, dan Yesus akan memberikannya kepadamu. Jangan ragu. Semakin engkau didesak, disalahpahami, disalahartikan, disalahmengerti, semakin banyak bukti yang engkau miliki bahwa engkau sedang melakukan pekerjaan untuk Tuhan, dan semakin erat engkau harus berpegang teguh pada Juruselamatmu. Dalam semua kesulitanmu, bersikaplah tenang dan tidak terganggu, sabarlah menderita, jangan membalas kejahatan dengan kejahatan, tetapi balaslah kejahatan dengan kebaikan. Lihat ke puncak tangga. Tuhan ada di atasnya--Testimonies, jld. 8, hlm. 130.


Renungan Pagi  “Bersama Allah di Waktu Fajar”


14 April 2022


JAGALAH LIDAHMU


"Jagalah lidahmu terhadap yang jahat dan bibirmu terhada ucapan-ucapan yang menipu" – Mazmur 34: 14.


Dari semua karunia yang Allah karuniakan kepada manusia, tidak ada yang lebih berharga daripada karunia berbicara. Jika dikuduskan oleh Roh Kudus, itu merupakan kuasa untuk kebaikan. Dengan lidah kita meyakinkan dan membujuk; dengannya kita menaikkan doa dan memuji Allah; dan dengan lidah kita membawakan berbagai pemikiran tentang kasih Penebus--Testimonies, jld. 6, hlm. 336.


Semua percakapan dan pikiran yang tidak pantas harus dihindarkan oleh orang yang mau memperhatikan dengan jelas kebenaran rohani--Alfa dan Omega, jld. 5, hlm. 323.


Siapa yang tidak mencintai kehidupan, dan menginginkan hari-hari indah? Namun betapa sedikit yang mematuhi persyaratan, menahan lidah dari kejahatan, dan bibir dari mengucakan tipu daya. Sedikit yang bersedia mengikuti teladan kelembutan dan kerendahan hati Juruselamat. Banyak yang meminta kepada Tuhan untuk merendahkan hati mereka, tetapi tidak mau tunduk pada disiplin yang diperlukan. Saat ujian tiba, saat pencobaan atau bahkan gangguan terjadi, hati memberontak, dan lidah mengucapkan kata-kata yang seperti panah beracun atau hujan es yang meledak.


Berbicara jahat adalah kutukan dua kali lipat, lebih berat jatuh pada pembicara daripada pada pendengarnya. Dia yang menyebarkan benih perselisihan dan perpecahan, menuai dalam jiwanya sendiri buah-buah yang mematikan. Betapa menyedihkannya keadaaan si pembawa cerita, orang yang suka membicarakan kejahatan! Dia adalah orang yang terasing dari kebahagiaan sejati. Dosa berbicara yang jahat dimulai dengan memelihara pikiran yang jahat. Setiap pikiran yang tidak suci harus segera ditolak.


Dalam kamar tertutup, para pengikut Kristus, berdoalah dengan iman, dan dengan segenap hati. Setan sedang mengawasi untuk menjerat kakimu. Engkau harus mendapat bantuan dari atas jika engkau ingin melarikan diri dari perangkapnya--Testimonies, jld. 5, hlm. 17 6, 177.


Renungan Pagi  “Bersama Allah di Waktu Fajar”


13 April 2022


PEROLEHLAH HIKMAT


"Permulaan hikmat ialah: perolehlah hikmat dan dengan segala yang kauperoleh perolehlah pengertian" – Amsal 4: 7.


Pendidikan yang benar tidak mengabaikan pengetahuan yang bersifat ilmiah atau pengetahuan kesusasteraan; tetapi di atas informasi mempunyai kuasa yang bernilai; di atas kuasa adalah kebajikan; di atas pencapaian intelektual adalah tabiat. Dunia ini tidak begitu memerlukan orang-orang pandai lebih daripada orang yang mempunyai tabiat yang agung. Pendidikan memerlukan orang yang kesanggupannya dikendalikan oleh prinsip yang teguh. Pembangunan tabiat adalah tugas terpenting yang pernah dipercayakan kepada manusia; dan belum pernah sebelumnya hal itu dipelajari lebih penting daripada sekarang ini. Belum pernah ada generasi manusia sebelumnya yang menghadapi masalah yang begitu penting; belum pernah sebelumnya anak-anak muda, pria dan wanita, menghadapi bahaya yang begitu besar daripada yang mereka hadapi sekarang ini--Seri Membina Keluarga, jld. 3, hlm. 225.


Para pelajar, jadikanlah masa pendidikanmu sesempurna mungkin. Engkau hanya dapat melaluinya satu kali, dan kesempatan yang diberikan kepadamu sangat berharga. Engkau bukan hanya belajar tetapi juga mempraktikkan pelajaran dari Kristus. Saat mendapatkan pendidikan, engkau memiliki kesempatan untuk membagikan kebenaran-kebenaran yang indah dari Firman Allah. Gunakan setiap kesempatan. Allah akan memberkati setiap menit yang digunakan dengan cara demikian.


Pertahankan kesederhanaan dan kecintaanmu pada jiwa-jiwa, dan Tuhan akan menuntunmu ke jalan yang aman. Pengalaman kaya yang engkau peroleh akan lebih berharga bagimu daripada emas atau perak atau batu mulia.


Engkau tidak tahu untuk posisi apa engkau akan dipanggil di masa depan. Tuhan mungkin menggunakanmu seperti Dia menggunakan Daniel, untuk membawa pengetahuan tentang kebenaran ke bumi yang perkasa. Terserah padamu untuk mengatakan apakah engkau akan memiliki keterampilan dan pengetahuan untuk melakukan pekerjaan ini. Tuhan dapat memberi padamu keterampilan dalam semua pembelajaranmu--Counsels to Teachers, hlm. 554, 555.


12 April 2022


SERAHKAN BEBANMU KEPADA-NYA


"Serahkanlah kuatirmu kepada TUHAN, maka Ia akan memelihara engkau! Tidak untuk selama-lamanya dibiarkan-Nya orang benar itu goyah" – Mazmur 55: 23.


Yesus tidak meninggalkan engkau terpana oleh berbagai ujian dan kesukaran yang engkau hadapi. Dia telah mengatakan sebelumnya, dan Dia telah mengatakan kepadamu agar tidak menjadi lemah atau putus asa saat ujian itu tiba. Pandang pada Yesus, Penebusmu, bergembiralah dan bersukacitalah. Ujian yang paling berat datang dari saudara-saudara kita, dari sahabat dekat; namun kita dapat menanggungnya dengan sabar. Yesus tidak terbaring terus dalam kubur Yusuf. Dia telah bangkit dan telah naik ke surga, di sana Ia mengantarai kita. Kita memiliki Juruselamat yang sangat mengasihi kita sehingga Ia mati bagi kita, agar melalui Dia kita dapat memiliki pengharapan dan keberanian, dan tempat bersama-Nya di tahta-Nya. Dia sanggup dan mau menolong engkau setiap kali engkau memanggil-Nya.


Jika engkau mencoba memikul bebanmu sendirian, engkau akan diremukkan olehnya. Engkau memiliki tanggung jawab yang berat. Yesus mengetahuinya, Ia tidak meninggalkan engkau sendirian, jika engkau tidak meninggalkan-Nya. Ia dipermuliakan jika engkau memercayakan penjagaan jiwamu kepada-Nya sebagai Pencipta yang setia. Dia meminta engkau berharap dalam belas kasihan-Nya, percaya bahwa Dia tidak ingin engkau memikul tanggung jawab yang berat ini dengan kekuatanmu sendiri. Hanya percaya dan engkau akan melihat keselamatan dari Tuhan.


Ini menyakitkan bagimu ketika seseorang yang telah sering engkau tolong menjadi musuhmu, dan telah dibawa di bawah pengaruh yang menentangmu. Tetapi apakah engkau tidak melakukan hal yang hampir sama kepada Yesus ketika engkau berpaling dari-Nya? Dia telah menjadi sahabatmu. Dia menyatakan kuk-Nya mudah dan beban-Nya ringan. Tunjukkan bahwa engkau percaya ini. Terimalah Tuhan pada firman-Nya--Testimonies, jld. 8, hlm. 128, 129.


Renungan Pagi  “Bersama Allah di Waktu Fajar”


11 April 2022


SERAHKAN HIDUPMU KEPADA-NYA


"Serahkanlah hidupmu kepada TUHAN dan percayalah kepadaNya, dan Ia akan bertindak" – Mazmur 37: 5.


Dalam diri manusia ada sifat mementingkan diri, ambisi, yang merusak pekerjaan Tuhan. Kepentingan diri harus dibuang. Janganlah memiliki tujuan untuk menjadi nomor satu, jangan berdiri jauh dari pekerjaan Tuhan, berbicara dan menulis dengan sikap tanatik tentang hal-hal yang belum diselidiki secara kritis dan penuh doa dan dengan rendah hati dibawa ke hadapan-Nya.


Dunia yang baru sudah hampir tiba, dengan permasalahan yang serius--sudah sangat dekat, sangat dekat, dan pekerjaan besar harus dilakukan, jadi banyak keputusan penting harus dibuat; namun engkau memiliki pendapat, bahwa ide-ide dan rencana mementingkan diri, karakter yang salah diterima sejak kelahiran, dan diizinkan untuk memengaruhi hidup seseorang. Engkau harus pernah merasa bahwa bergerak dari dorongan hati adalah dosa. Engkau harus pernah merasakan kekuatan itu, menggunakannya untuk mencapai tujuanmu sendiri terlepas dari konsekuensinya bagi orang lain, karena engkau berada dalam posisi yang memungkinkan hal ini; tetapi engkau harus menggunakan kekuatan yang diberikan kepadamu sebagai kepercayaan yang sakral dan khusyuk, mengingat bahwa engkau adalah hamba Tuhan Yang Mahatinggi. dan harus memenuhi dalam penghakiman setiap keputusan yang engkau buat. Jika tindakanmu tidak mementingkan diri sendiri, dan untuk kemuliaan Tuhan, itu akan menanggung ujian yang berat. Ambisi adalah kematian bagi kemajuan rohani, kejeniusan adalah kesalahan, kemalasan adalah kejahatan; tetapi kehidupan di mana setiap prinsip yang adil dihormati pastilah mendatangkan kesuksesan--Testimonies, jld. 5, hlm. 419.


Pada waktu anak kecil disuruh menempuh perjalanan itu di mana, cepat atau lambat, ia pada akhirnya harus memilih jalannya sendiri yang akan menentukan jalan kehidupannya kepada kekekalan, betapa sungguh-sungguh seharusnya usaha untuk mengarahkan kepercayaannya kepada Penuntun dan Penolong yang pasti itu!--Seri Membina Keluarga, jld. 3, hlm. 291


Renungan Pagi  “Bersama Allah di Waktu Fajar”


10 April 2022


JANGAN MELUPAKAN HUKUM-KU


"Hai anakku, janganlah engkau melupakan ajaranku, dan biarlah hatimu memelihara perintahku, karena panjang umur dan lanjut usia serta sejahtera akan ditambahkannya kepadamu" – Amsal 3: 1, 2.


Tidak ada orang yang dapat menyatakan hukum Allah dengan tepat tanpa Injil, atau Injil tanpa hukum. Hukum itu adalah Injil yang dikandung dan Injil itu adalah hukum yang telah dipaparkan. Hukum adalah akar, Injil adalah bunga yang semerbak dan buah yang dihasilkannya--Seri Membina Keluarga, jld. 5, hlm. 93.


Kepada kebanyakan orang yang dirundung malang yang mendapat kesembuhan, Kristus berkata, "Jangan berbuat dosa lagi, supaya padamu jangan terjadi yang lebih buruk." Demikianlah Ia mengajarkan bahwa penyakit merupakan akibat pelanggaran hukum Allah, baik hukum alam maupun hukum rohani. Kesengsaraan yang besar di dunia tidak akan ada sekiranya manusia hidup sesuai dengan rencana Khalik--Alfa dan Omega, jld. 6, hlm. 480.


Oleh pelanggaran kepada perintah Allah, Adam dan Hawa telah kehilangan Firdaus dan dosa telah menyebabkan seluruh bumi terkutuk. Tetapi jika umat Allah mengikuti pengajaran-Nya, negeri mereka akan dipulihkan menjadi subur dan elok. Allah sendiri memberikan kepada mereka petunjuk-petunjuk untuk mengerjakan tanah dan mereka harus bekerja sama dengan Dia dalam pemulihannya. Demikianlah seluruh negeri, di bawah pengendalian Allah, akan menjadi suatu pelajaran yang praktis dari hal kebenaran rohani. Sebagaimana penurutan kepada undang-undang alam-Nya bumi harus mengeluarkan hasilnya, demikianlah pula dalam penurutan kepada undang-undang akhlak-Nya hati manusia harus memantutkan sifat-sifat tabiat-Nya. Bahkan orang kafir akan mengenal keunggulan orang yang melayani dan menyembah Allah yang hidup--Seri Membina Keluarga, jld. 5, hlm. 220.


Hanya oleh menerima kebajikan dan karunia Kristus kita dapat memelihara hukum. Percaya atas perdamaian untuk dosa menyanggupkan manusia yang telah jatuh untuk mengasihi Allah dengan segenap hati dan mengasihi sesama. manusia seperti ia mengasihi dirinya sendiri--Seri Membina Keluarga, jld. 5, hlm. 291.


Renungan Pagi  “Bersama Allah di Waktu Fajar”


08 April 2022


TINGGALLAH DALAM AKU


"Tinggallah di dalam Aku dan Aku di dalam kamu. Sama seperti ranting tidak dapat berbuah dari dirinya sendiri, kalau ia tidak tinggal pada pokok anggur, demikian juga kamu tidak berbuah, jikalau kamu tidak tinggal di dalam Aku" – Yohanes 15: 4.


Kita senantiasa memerlukan penyataan Tuhan yang segar, satu pengalaman sehari-hari yang selaras dengan pengajaran-Nya. Pencapaian yang tinggi dan kudus berada dalam jangkauan kita. Adalah maksud Allah bagi kita supaya kita terus maju dalam pengetahuan dan kebajikan. Hukum-Nya adalah gema dari suara-Nya sendiri, yang menyampaikan undangan kepada semua orang, "Naiklah lebih tinggi. Kuduslah kamu, lebih kudus lagi." Setiap hari kita bisa maju dalam kesempurnaan tabiat pengikut Tuhan.


Mereka yang terlibat dalam pekerjaan bagi Tuhan memerlukan suatu pengalaman yang jauh lebih tinggi, lebih dalam dan lebih luas, dibanding dengan yang sudah dimilikinya menurut pemikirannya. Banyak orang yang sudah menjadi anggota keluarga besar Allah hanya sedikit mengetahui apa artinya memandang kepada kemuliaan-Nya dan diubahkan dari satu kemuliaan kepada kemuliaan yang lain. Banyak orang mempunyai pandangan yang samar-samar tentang keunggulan Yesus, dan hati mereka penuh dengan kegembiraan. Mereka rindu akan perasaan yang lebih penuh dan lebih dalam tentang kasih Juruselamat. Biarlah mereka ini menghargai setiap keinginan jiwa itu akan Allah. Roh Allah bekerja dengan mereka yang mau dipekerjakan, membentuk mereka yang mau dibentuk, dan menciptakan mereka yang mau diciptakan. Isilah dirimu dengan budaya pemikiran rohani dan hubungan erat yang kudus. Engkau telah melihat sinar pertama fajar kemuliaan-Nya. Sementara engkau berjalan terus mengenal Tuhan, engkau akan mengetahui bahwa "jalan orang benar itu seperti cahaya fajar, yang kian bertambah terang sampai rembang tengah hari"...


Yesus melihat akhir dari misi-Nya yang terbentang di hadapanNya. Hidup-Nya di dunia ini yang penuh dengan kerja keras dan pengorbanan diri, dihiburkan dengan pemikiran bahwa semua penderitaan-Nya ini tidak akan sia-sia. Dengan menyerahkan hidup-Nya demi kehidupan manusia, Ia akan mengembalikan citra Allah di dalam manusia--Seri Membina Keluarga, jld. 4, hlm. 469, 470.


Renungan Pagi  “Bersama Allah di Waktu Fajar”


07 April 2022


BERDIAMLAH, DAN KETAHUILAH


"Diamlah dan ketahuilah, bahwa Akulah Allah! Aku ditinggikan di antara bangsa-bangsa, ditinggikan di bumi!" – Mazmur 46: 11.


Dalam suatu kehidupan yang sepenuhnya dibaktikan demi kebaikan orang lain, Juruselamat menemukan pentingnya beralih dari kegiatan yang tak henti-hentinya dan kontak dengan kebutuhan manusia itu, untuk mencari perhentian dan hubungan yang tak terputus dengan Allah-Nya. Begitu rombongan orang banyak yang mengikuti Dia itu beranjak pulang, Ia pergi ke pegunungan, dan di sana, seorang diri bersama Allah, mencurahkan jiwa-Nya dalam doa untuk orang-orang yang menderita, penuh dosa dan berkekurangan itu...Semua yang berada dalam pelatihan Allah memerlukan waktu yang tenang untuk berhubungan dengan hati mereka sendiri, dengan alam, dan dengan Allah. Di dalam diri mereka harus dinyatakan suatu kehidupan yang tidak selaras dengan dunia, dengan adat kebiasaannya, atau praktik-praktiknya; dan mereka perlu mempunyai suatu pengalaman pribadi dalam memperoleh satu pengetahuan tentang kehendak Allah. Kita harus secara perorangan mendengarkan Ia berbicara kepada hati.


Manakala suara-suara lain sudah terdiam, dan di dalam keheningan kita menanti di hadapan Allah, maka ketenangan jiwa akan membuat suara Allah lebih jelas terdengar. Ia menyuruh kita, "Diamlah dan ketahuilah, bahwa Akulah Allah!" Inilah persiapan yang berhasilguna bagi semua pekerjaan untuk Allah. Di tengah kerumunan orang yang tergesa-gesa, dan ketegangan aktivitas hidup yang berat ini, dia yang disegarkan akan diliputi dengan suatu suasana tenang dan damai. Dia akan menerima suatu anugerah baru, baik kemampuan jasmani maupun pikiran. Kehidupannya akan mengembuskan keharuman, dan akan menyatakan suatu kuasa Ilahi yang akan menjangkau hati manusia--Seri Membina Keluarga, jld. 4, hlm. 43.


Di tengah-tengah ketergesa-gesaan yang edan ini, Allah sedang berbicara. Ia memanggil kita ke luar menyendiri dan bersekutu dengan Dia....Tidak ada keragu-raguan sedikit pun akan kehadiranNya, tetapi hubungan pribadi dengan Kristus, duduk dalam persahabatan dengan Dia--inilah kebutuhan kita--Seri Membina Keluarga, jld. 3, hlm. 245, 246.


====================================

Renungan Pagi  “Bersama Allah di Waktu Fajar”


06 April 2022


PERCAYALAH KEPADA TUHAN


"Percayalah kepada TUHAN dan lakukanlah yang baik, diamlah di negeri dan berlakulah setia" – Mazmur 37: 3.


Kita harus sedikit memercayai apa yang kita dapat lakukan sendiri, dan lebih memercayai apa yang Tuhan dapat lakukan bagi kita dan melalui kita. Engkau tidak terlibat dalam pekerjaanmu sendiri; engkau sedang melakukan pekerjaan Allah. Serahkanlah kehendakmu dan jalanmu kepada-Nya. Janganlah mengadakan satu pun cadangan dengan dirimu atau berkompromi dengannya. Ketahuilah apa maknanya bebas di dalam Tuhan.


Sekedar mendengarkan khotbah pada hari-hari perbaktian, membaca Kitab Suci berulang-ulang, atau penjelasan ayat demi ayat, itu tidak menguntungkan kita atau mereka yang mendengarkan kita, kecuali kita membawa kebenaran Firman Allah itu ke dalam pengalaman pribadi kita. Pemahaman, kemauan dan perasaan harus ditaklukkan di bawah kuasa Firman Allah. Kemudian, melalui pekerjaan Roh Tuhan, nasihat dari Firman itu akan menjadi prinsip hidup kita. Sementara engkau meminta pertolongan Tuhan, hormatilah Juruselamatmu dengan menaruh percaya bahwa engkau menerima berkat-Nya. Segala kemampuan, segala akal budi, berada dalam kekuasaan kita. Kita hanya perlu meminta.


Berjalanlah senantiasa di dalam terang Allah. Renungkanlah tabiat-Nya siang dan malam. Maka engkau akan melihat keindahan-Nya dan bergembira dalam kebaikan-Nya. Hatimu akan bergelora dengan perasaan kasih-Nya. Engkau akan diangkat seakan-akan oleh lengan yang kekal. Dengan kuasa dan terang yang diberikan Allah, engkau dapat memahami lebih dalam lagi dan melakukan lebih banyak daripada yang pernah engkau anggap mungkin--Seri Membina Keluarga, jld. 4, hlm. 478, 479.


Yesus tidak memanggil kita untuk mengikut Dia, dan kemudian meninggalkan kita. Jikalau kita menyerahkan hidup kita pada pekerjaan-Nya, maka kita tidak pernah akan ditempatkan pada suatu posisi di mana Allah tidak menyediakan pemeliharaan--Pelayan Injil, hlm. 233.


Renungan Pagi  “Bersama Allah di Waktu Fajar”


05 April 2022


MARI, AKU AKAN MENGAJAR ENGKAU


"Marilah anak-anak, dengarkanlah aku, takut akan TUHAN akan kuajarkan kepadamu!" – Mazmur 34: 12.


Roh Kudus menerangi kegelapan hati kita, memberitahukan kebodohan kita, dan memahami dan menolong kita dalam segala kebutuhan kita. Namun pikiran kita harus tetap mencari Allah. Jika keduniawian diizinkan masuk, kita tidak memiliki keberanian untuk melihat kepada-Nya yang merupakan sumber kekuatan dan hikmat. Berdoalah senantiasa, saudara dan saudari, dengan "menadahkan tangan yang suci tanpa marah dan tanpa perselisihan." Sampaikan permohonanmu kepada takhta kasih karunia, dan bersandarlah pada Allah setiap jam dan setiap saat. Pelayanan kepada Kristus akan mengatur hubunganmu dengan sesama manusia, dan membuat hidupmu menghasilkan perbuatan baik.


Janganlah ada yang berpikir bahwa sikap mementingkan diri, mengutamakan diri, dan pemanjaan diri selaras dengan Roh Kristus. Dalam kehidupan setiap pria dan wanita yang telah bertobat ada tanggung jawab yang tidak dapat kita anggap ringan. Cara-cara dunia janganlah dipraktikkan oleh anak-anak Raja surgawi.


Perjuangan yang sulit untuk menaklukkan diri, untuk kekudusan dan surga, adalah perjuangan seumur hidup. Tidak ada pembebasan dalam terang ini; usaha harus dilakukan terus-menerus dan dengan tekun. Integritas Kristen harus dicari dengan energi yang tak tertahankan, dan dipelihara dengan ketetapan tujuan yang teguh. Pengalaman religius yang sejati terungkap dan diperkuat. Kemajuan berkelanjutan, peningkatan pengetahuan dan kekuatan dalam Firman Tuhan, adalah hasil alami dari hubungan penting dengan Tuhan. Terang kasih suci akan tumbuh semakin terang sampai hari yang sempurna--Testimonies, jld. 5, hlm. 410-413.


 Renungan Pagi  “Bersama Allah di Waktu Fajar”


04 April 2022


PIKULLAH KUK YANG KUPASANG--ITU RINGAN


"Marilah kepada-Ku, semua yang letih lesu dan berbeban berat, Aku akan memberi kelegaan kepadamu. Pikullah kuk yang Kupasang dan belajarlah pada-Ku, karena Aku lemah lembut dan rendah hati dan jiwamu akan mendapat ketenangan. Sebab kuk yang Kupasang itu enak dan beban-Ku pun ringan." – Matius 77: 28-30.


Mereka yang memiliki persekutuan dengan Kristus memiliki perhentian dan damai yang berkelanjutan. Lalu mengapa kita berjalan sendiri, meremehkan persahabatan-Nya? Mengapa kita tidak memasukkan Dia ke dalam semua nasihat kita? Mengapa kita tidak datang kepada-Nya dalam segala kebingungan kita, dan membuktikan kekuatan janji-Nya?--Testimonies, jld. 5, hlm. 410.


Yesus memandang kepada orang-orang yang cemas dan berhati berat, mereka yang pengharapannya telah hancur, dan yang dengan kesenangan duniawi sedang berusaha untuk mendiamkan kerinduan jiwa itu, dan Ia mengundang semua untuk menemukan perhentian di dalam Dia. Dengan lembut Ia mengimbau kepada orang banyak yang letih itu, "Pikullah kuk yang Kupasang .... " Dengan kata-kata ini, Yesus sedang berbicara kepada setiap insan manusia. Apakah mereka sadari atau tidak, semua sedang letih dan berbeban berat. Semua sedang dibebani dengan pikulan-pikulan yang hanya Yesus dapat melepaskannya. Beban paling berat yang kita pikul adalah beban dosa. Sekiranya kita dibiarkan memikul beban ini, maka beban itu akan meremukkan kita. Namun Ia Yang Tak Berdosa itu telah mengambil tempat kita. "Tuhan telah menimpakan kepada-Nya kejahatan kita sekalian."


Ia telah memikul beban kesalahan kita. Ia akan mengangkat beban itu dari bahu kita yang letih. Ia akan memberi kita perhentian. Beban kesusahan dan dukacita juga akan dipikui-Nya. Ia mengajak kita untuk menyerahkan seluruh beban kita kepada-Nya, karena Ia memikul kita di hati-Nya.


Saudara Tua kita itu berada di takhta yang kekal. Ia memandang kepada setiap jiwa yang menoleh kepada-Nya sebagai Juruselamat....Ia memperhatikan engkau, hai umat Allah yang gemetar. Apakah engkau tergoda? Ia akan melepaskan. Apakah engkau lemah? Ia akan menguatkan. Apakah engkau tidak berpengetahuan? Ia akan menerangi--Seri Membina Keluarga, jld. 4, hlm. 55, 56

No comments:

Post a Comment

411 AKU MASUK DALAM TAMAN

6/8 4b=Ab 411  AKU MASUK DALAM TAMAN 1/3 Aku masuk dalam taman S’lagi embun di atas bunga Terdengarlah olehku seruan Yang menyatakan Yesus R...